Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto Capai Titik Terendah Sejak Kemenangan Trump
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Ketakutan dan Keserakahan alias Fear and Greed Kripto, yang mengukur denyut emosional pasar kripto, telah turun ke level terendah sejak kemenangan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu.
Pada hari Senin (23/12/2024), indeks mencapai 70, menyamai levelnya sebelum kemenangan telak Trump. Trump telah menguasai beberapa negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya, sementara Partai Republik juga menguasai Senat.
Indeks ini berskala dari 0 yang menunjukkan ketakutan ekstrem, hingga 100 yang menandakan keserakahan ekstrem. Indeks ini membantu para pedagang dan investor menilai apakah pasar didorong oleh ketakutan atau keserakahan, yang memandu keputusan pembelian dan penjualan mereka.
Adapun pada hari-hari setelah pemilihan Trump, indeks melonjak hingga 94, yang menunjukkan puncak keserakahan pasar dan potensi penilaian yang terlalu tinggi. Titik tertinggi ini terjadi bahkan sebelum Bitcoin mencatat titik tertinggi sepanjang masa pada 17 Desember.
Baca Juga
Berpotensi Hasilkan Untung Jangka Pendek, Tak Ada Salahnya untuk Melirik 3 Koin Kripto Ini
Sekarang, penurunan indeks ke 70 masih mencerminkan pasar yang didorong oleh keserakahan, dengan investor tetap terlalu percaya diri tetapi tidak terlalu intens. Pergeseran ini juga menunjukkan sedikit peningkatan dalam kesadaran risiko di antara beberapa investor. Pada angka 90, keserakahan sering kali memicu pengejaran keuntungan yang tidak terkendali, sementara pada angka 70, investor mulai memperhatikan peringatan tentang potensi koreksi atau gelembung.
Menilik data Coinmarketcap, Selasa (24/12/2024) pukul 05.10 WIB, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 93.904, dan turun lebih dari 11,48% dalam seminggu terakhir. Bahkan indeks Fear and Greed ambles lagi ke 54.
Indeks fear and greed adalah indikator yang mengukur sentimen pasar berdasarkan dua emosi utama yang mempengaruhi investor, yaitu ketakutan (fear) dan keserakahan (greed). Indeks ini biasanya digunakan oleh investor dan trader, khususnya dalam pasar kripto.
Indeks fear and greed memiliki skala nilai dari 0 hingga 100, dengan penjelasan sebagai berikut:
- 0–24: Extreme fear, atau ketakutan yang ekstrem
- 25–49: Fear, atau ketakutan
- 50: Netral
- 51–74: Greed, atau keserakahan
- 75–100: Extreme greed, atau keserakahan yang ekstrem
Adapun kapitalisasi pasar kripto global saat ini tercatat US$ 3,31 triliun, peningkatan 1,29% selama hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 171,23 miliar, yang berarti peningkatan 28,08%. Dominasi Bitcoin saat ini adalah 56,16%, penurunan 1,29% selama sehari.
Harga aset sering kali mencerminkan sentimen investor, naik dengan cepat ketika keserakahan mendorong ekspektasi keuntungan dan turun tajam ketika ketakutan mendorong aksi jual.
Baca Juga
Pasar Kripto Kembali Tertekan di Awal Pekan, Sentimen Sosial Bitcoin Turun ke Level Terendah Tahunan
Sementara itu, COO di Unity Wallet James Toledano memberikan saran tentang perilaku Bitcoin selama musim liburan. Ia menggambarkan persamaan antara volatilitas Bitcoin dan sifat air yang selalu basah, dengan menyatakan bahwa seperti air yang selalu basah, Bitcoin juga selalu fluktuatif.
“Perilakunya selalu campur aduk dan tidak ada pola yang terlihat di akhir tahun dan di tahun berikutnya. Terkadang harga naik di tahun baru dan di waktu lain turun. Jadi, secara historis, kita dapat mengatakan bahwa Bitcoin biasanya menunjukkan perilaku yang campur aduk selama Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun likuiditas yang lebih rendah dapat memperkuat volatilitas, kurangnya keterlibatan institusional yang signifikan sebaliknya dapat menstabilkan harga. Namun, pengecualian terjadi pada tahun-tahun ketika berita ekonomi makro atau katalis pasar memicu perubahan mendadak.
“Tahun ini, banyak hal bergantung pada sentimen investor setelah persetujuan ETF 2024 dan faktor Trump serta tren makro lainnya. Periode yang relatif tenang mungkin terjadi kecuali berita yang tidak terduga memicu kembali volatilitas. Namun mengingat pada tanggal 20 Januari, Trump yang pro-Bitcoin akan kembali ke Gedung Putih, saya pikir kita dapat mengharapkan banyak pergerakan harga lagi segera,” tambahnya.

