Dengan Dukungan SFC dan HKMA, Hong Kong Dorong Percepatan Lisensi Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Hong Kong memperkuat posisinya sebagai pusat aset digital dunia, melalui serangkaian inisiatif strategis yang bertujuan untuk mendorong inovasi sembari mempertahankan pengawasan regulasi.
Melansir CryptoNewsFlash, Senin (23/12/2024), dengan sertifikasi lisensi dari Securities and Futures Commission (SFC) untuk platform perdagangan aset virtual yang lebih luas, kota ini telah membuat kemajuan penting dalam mengembangan ekosistem aset digitalnya.
Empat bursa kripto baru-baru ini juga telah disetujui, sehingga jumlah keseluruhan platform berlisensi meningkat menjadi tujuh. Dengan menekankan perlindungan investor dan kepatuhan terhadap peraturan, perkembangan ini menekankan keinginan Hong Kong untuk membangun lingkungan yang kuat dan aman bagi perdagangan aset digital.
Baca Juga
Berpotensi Hasilkan Untung Jangka Pendek, Tak Ada Salahnya untuk Melirik 3 Koin Kripto Ini
Lisensi ini mencerminkan komitmen Hong Kong untuk tetap menjadi yang terdepan dalam dunia kripto yang semakin berubah cepat, dengan menjadi bagian dari prosedur yang dipercepat.
Selain perkembangan regulasi, Hong Kong telah memulai inisiatif inovatif untuk meningkatkan infrastruktur yang mendukung aset digital. Project Ensemble merupakan upaya besar yang bertujuan menciptakan norma industri untuk penyelesaian aset tokenisasi.
Di bawah arahan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA), inisiatif ini bertujuan untuk menutup kesenjangan antara keuangan tradisional dan pengembangan teknologi blockchain dengan memasukkan aset digital ke dalam sistem keuangan yang lebih besar.
Baca Juga
Pasar Kripto Kembali Tertekan di Awal Pekan, Sentimen Sosial Bitcoin Turun ke Level Terendah Tahunan
Kerja sama antara HKMA dan SFC ini menekankan tujuan Hong Kong pada pengembangan secara keseluruhan kerangka kerja yang menumbuhkan stabilitas serta kretivitas. Dari segi adopsi, negara ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam hal volume transaksi kripto, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 85,6% dari tahun ke tahun.
Ekspansi ini telah mendorong Hong Kong dari peringkat ke-47 ke peringkat 30 dalam hal penerimaan aset kripto di seluruh dunia. Meski begitu, adopsi ritel tercatat masih rendah, yakni hanya 24%. Perbedaan ini mencerminkan bahwa meskipun keterlibatan kripto institusional tengah meningkat, tapi investor ritel juga memiliki peluan yang besar untuk terlibat.
Saat ini, Hong Kong dikabarkan tengah mempercepat upayanya dalam pemberian lisensi kripto, dan SFC berupaya untuk menyederhanakan persetujuan platform perdagangan aset virtual di akhir tahun.
Sejalan dengan itu, HKMA tengah menyelidiki obligasi digital dan mendukung sekuritas tokenisasi, sehingga menyoroti sikap proaktifnya untuk memasukkan teknologi blockchain ke dalam keuangan tradisional.

