Harga Bitcoin Terjun 6,5%, Pasar Kripto Bergejolak Usai Pernyataan The Fed
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto merosot signifikan hari ini (19/12), sejalan dengan beberapa kripto utama seperti Bitcoin, Solana, Ethereum, dan XRP yang menurun tajam dalam 24 jam terakhir. Salah satu penyebabnya, karena langkah Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga sehingga berdampak besar pada sentimen pasar.
Seperti diketahui, The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menurunkan suku bunga acuan ke kisaran 4,25%-4,50%. Namun, pernyataan kontroversial Ketua The Fed Jerome Powell mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya makin memperburuk situasi.
Powell menyatakan, bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak mendukung kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Ia juga menekankan jika perubahan hukum terkait aset kripto merupakan keputusan kongres, bukan The Fed.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengungkapkan, pernyataan Powell tersebut menegaskan bahwa bank sentral AS enggan terlibat dalam pembentukan cadangan strategis Bitcoin, seperti haknya emas.
“Langkah ini semakin memperlemah narasi bahwa Bitcoin dapat menjadi aset cadangan strategis di masa depan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (19/12/2024).
Usai pernyataan tersebut, lanjut Fyqieh, harga Bitcoin turun lebih dari 6,5% atau sempat jatuh di bawah US$ 100.000, setelah sebelumnya berada di level US$ 108.000. Penurunan Bitcoin turut pula diikuti dengan aset kripto lainnya.
“Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan The Fed dan potensi penjualan Bitcoin oleh pemerintah AS di tengah rendahnya permintaan untuk ETF (exchange traded fund) Bitcoin spot,” katanya.
Baca Juga
Fyqieh menilai, saat ini pasar kripto tengah berada dalam volatilitas tinggi, di mana keputusan dari kebijakan moneter memiliki dampak langsung terhadap sentimen investor. Menurutnya, ada faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek, yaitu aksi ambil untuk investor, arus keluar ETF Bitcoin spot, dan efek relasional natal,.
“Jika arut keluar ETF Bitcoin spot meningkat, hal ini dapat menciptakan kekhawatiran di kalangan investor retail, sehingga sulit memulihkan harga Bitcoin ke level US$ 110.000,” ucap Fyqieh.

