Delta Dunia (DOID) Catatkan Peningkatan Produksi Batu Bara, tapi Kinerja Keuangan Turun
JAKARTA, investortrust.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), perusahaan kontraktor penambangangan batu bara, berhasil mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebanyak 4%b menjadi 74,4 juta ton hingga Oktober 2024.
Sedangkan pengupasan tanah (overbuden/OB) removal mencapai 467,1 MBMC atau turun 11% yoy akibat kondisi cuaca ekstrrm di Indonesia dan Australia. Sedangkan laporan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2024 belum dirilis hingga saat ini.
Baca Juga
“Kondisi ini dipengaruhi cuaca ekstrem. Cuaca masih menjadi tantangan yang harus dihadapi perseraon hingga tahun depan, terutama di kuartal-I,” kata Direktur DOID Dian Andyasuri paparan publik di Kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Sampai semester I-2024, DOID mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 27 juta atau setara dengan Rp 428,57 miliar. Kerugian tersebut akibat cuaca ekstrem serta akibat depresiasi rupiah dan dolar Australia. Kedua faktor ini menjadi tantangan besar yang dihadapi perseroan sepanjang tahun 2024.
"Januari sampai sekarang itu sedang terjadi cuaca ekstrem, bukan hanya terjadi di Jakarta atau di Indonesia, tetapi juga di Asia sampai Australia. Sebagai perusahaan tambang, cuaca sangat memengaruhi operasi kami. Perseroan juga dilanda depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS," kata Dian.
Baca Juga
Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 855 juta atau stabil secara year on year (yoy). EBIDTA tercatat turun sebesar 9% menjadi US$ 160 juta. Penurunan ini akibat volume produksi yang lebih rendah. Sedangkan arus kas operasional Perseroan tercatat naik 15% menjadi US$ 164 juta, kenaikan ini didorong peningkatan signifikan dalam pengelolaan modal kerja.
Terkait belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2024, Dian menegaskan, dianggarkan senilai US$ 79 juta atau naik 78% yoy. Dana ini dikucurkan untuk menggenjot produksi batu bara.

