Harga Minyak Stabil di Tengah Permintaan China hingga Kekhawatiran The Fed
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak mentah berjangka Brent turun tipis 1 sen ke level US$ 71,83 per barel pada Senin (2/12/2024). Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 10 sen (0,15%) ke posisi US$ 68,10 per barel.
Melansir Reuters Selasa (3/12/2024), stabilnya harga minyak ini dipicu karena harapan permintaan yang lebih kuat yang berasal dari aktivitas pabrik yang lebih tinggi di China yang sebagian besar diimbangi oleh kekhawatiran bahwa AS Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga lagi pada pertemuan Desember.
Menurut survei sektor swasta menunjukkan aktivitas pabrik China berkembang pada bulan November dengan kecepatan tercepat dalam lima bulan, hal ini meningkatkan optimisme bisnis China sama seperti AS. Selain itu, Presiden terpilih AS Donald Trump telah meningkatkan ancaman perdagangan.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 3% dalam Sepekan, Ini Faktor Pemicunya
Sementara itu, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang mulai berlaku Rabu lalu, tampak semakin rapuh. Militer Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka saat ini menyerang target teror di Lebanon di tengah tuduhan timbal balik atas pelanggaran gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah.
Meskipun Pentagon menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku, ketegangan ini meningkatkan risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pasokan minyak global.
Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial Dennis Kissler mengungkapkan, risiko geopolitik meningkat. Meski gencatan senjata berlangsung, ada banyak keraguan tentang legitimasi kesepakatan ini.

