KAI Tawarkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 2 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menerbitkan obligasi berkelanjutan II Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2024 senilai Rp 1,5 triliun. Selain itu, KAI juga menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp 500 miliar.
''Keberhasilan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Tahap I KAI ini ditunjang dengan perolehan Rating Perusahaan yang terbaik yaitu idAAA sehingga terjadi kelebihan minat investor atau oversubscribed sebanyak 1,78 kali,'' kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/11/2024).
Menurut Anne, langkah ini merupakan salah satu strategi untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan dan mendukung proyek-proyek strategis dalam pengembangan prasarana perkeretaapian di Indonesia.
''Dengan keberhasilan KAI mendapatkan hasil Rating Perusahaan yang terbaik yaitu idAAA pada 3 September 2024 dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan Obligasi dan Sukuk ini dioptimalkan untuk melakukan refinancing terhadap Obligasi yang jatuh tempo dan juga untuk mendanai proyek pengembangan angkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan,'' ujar dia.
Baca Juga
BEI: Total Emisi Obligasi dan Sukuk Tembus Rp 87,19 triliun Sepanjang 2024
Anne menambahkan, masing-masing efek utang tersebut terbagi dalam tiga seri. Kupon Seri A dengan tenor tiga tahun dan imbal hasil 6,70%, Seri B dengan tenor lima tahun dan imbal hasil di 7%, serta Seri C dengan tenor tujuh tahun dengan imbal hasil 7,10%.
Adapun penjamin pelaksana emisi (underwriter) dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk tersebut melibatkan berbagai lembaga terpercaya seperti Mandiri Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Bahana Sekuritas.
''KAI melakukan diversifikasi pendanaan baik melalui lembaga keuangan bank maupun non-bank. Dana Obligasi dan Sukuk ini akan KAI gunakan sebaik mungkin dalam rangka peningkatan angkutan kereta api, terutama angkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan sebagai pemasok energi Nasional,'' imbuh Anne.

