Waspadai Penurunan Lebih Lanjut, IHSG bisa Menuju level di Bawah 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Belum ada perubahan pola pergerakan, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/11/2024), diproyeksikan bergerak masih bearish. Pemodal disarankan untuk tetap mewaspadai peluang penurunan lebih lanjut.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.064-7.370. Arah pergerakan masih bearish dan berpotensi melanjutkan penurunan ke level support selanjutnya 6.998-7.064.
Baca Juga
Wall Street Mulai Menggeliat, Nasdaq Bangkit Ditopang Reli Saham Tesla
Peluang pergerakan indeks juga diepengaruhi koreksi Dow Jones semalam sebanyak 0,13%. Sedangkan indeks S&P500 dan Nasdaq berhasil catatkan penguatan masing0masing 0,39% dan 0,60%.
Di tengah trend bearish indeks masih berlanjut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 10.400-11.000 dan DSNG dengan target harga Rp 1.280-1.400. Sebaliknya saham MDKA dan SRTG direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 26,98 poin (0,38%) menjadi 7.134,28. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 982,58 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 487,22 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 293,39 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 266,49 miliar.
Baca Juga
Hadiri KTT G-20 di Brasil, Prabowo Disambut Hangat Presiden Lula
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi turun 1,05%, sektor teknologi 1,46%, sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,74%, dan sektor kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan material dasar.
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham masih berhasil torehkan lomptan harga mengesankan. Di antaranya, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,75% menjadi Rp 3.330.
Grafik IHSG

