Harga Emas Merosot Seiring dengan Kenaikan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas masih melanjutkan penurunannya ke zona US$ 2.568 per troy ons pada Jumat (15/11/2024) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) setelah pandangan hawkish oleh ketua The Fed.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, dolar AS mencapai puncak tertingginya dalam setahun, setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan dengan hati-hati dan mengindikasikan ekonomi AS masih solid dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang tetap di atas target 2%.
"Sikap ini mengurangi ekspektasi bahwa The Fed kemungkinan memperlambat laju penurunan suku bunga, bahkan dengan data inflasi yang belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini mendorong dolar AS yang pada akhirnya menekan kinerja emas membuat emas lebih mahal bagi pembeli internasional," tulis riset ICDX, Jumat (15/11/2024).
Baca Juga
Selain itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan pada hari Kamis bahwa meskipun The Fed telah membuat kemajuan yang kuat sejauh ini, masih ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjaga momentum tetap berjalan.
Di sisi lain, Goldman Sachs memperkirakan bahwa laju pelonggaran kebijakan Fed mungkin lebih lambat dari yang sebelumnya diprediksi, sementara beberapa bank besar lainnya tetap mengantisipasi penurunan suku bunga bulan depan. Namun, pasar kini mulai meragukan kecepatan dan besarnya penurunan tersebut hingga akhir 2025.
Baca Juga
Menurut data ekonomi AS pada hari Kamis, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Produsen (IHP) AS naik 2,4% YoY di bulan Oktober, dibandingkan dengan kenaikan 1,9% yang tercatat di bulan September (direvisi dari 1,8%. Angka ini di atas ekspektasi pasar 2,3%.
Selain itu, klaim awal tunjangan pengangguran negara turun 4.000 menjadi 217.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 9 November. Pelaku pasar memperkirakan 223.000 klaim pada minggu terakhir.
Riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas menurun dengan support beralih ke area US$ 2.540 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.584. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.515 - US$ 2.480, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.620 - US$ 2.665.

