Waspada Pelemahan Lanjutan IHSG ke Level Support 7.330
JAKARTA, investortrust.id – PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.330– 7.490, Kamis (7/11/2024).
Sementara itu, Pilarmas mencermati bahwa pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh berakhirnya US Election yang memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan investor langkah selanjutnya bagi perekonomian.
Trump yang pro terhadap pertumbuhan ekonomi, pro-deregulasi, dan pro-pasar dinilai akan meningkatkan kinerja perusahaan yang dimana hal ini akan memberikan dampak positive bagi pasar Amerika.
Pelaku pasar dan investor melihat, ada kemungkinan The Fed tidak akan bergerak secara agresif dalam menurunkan tingkat suku bunga.
Baca Juga
Harga Terbang Tinggi, BEI Suspensi Saham KONI, PACK dan POLU
Menurut Pilarmas, The Fed hanya akan memangkas sebanyak 1– 3 pada tahun ini, tidak sampai 4 kali seperti yang disampaikan oleh The Fed sebelumnya dimana dengan pemangkasan sebesar 25 – 75 bps.
Selain meningkatnya prospek akan inflasi, ketidakpastian kebijakan Trump terhadap perekonomian akan membuat The Fed juga akan bergerak menyesuaikan dengan keinginan Trump, meskipun The Fed selalu mengatakan terbebas dari unsur politik dan pengaruh.
“Untuk saat ini, kami melihat The Fed masih akan memangkas tingkat suku bunga pada pertemuan esok hari, yang dimana prospek pemangkasan berada di atas 60% dan akan dilanjutkan 25 bps lagi pada bulan December mendatang,” ulas Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Kamis (7/11/2024).
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyoroti dinamika pemilihan presiden AS 2024 antara Donald Trump dan Kamala Harris. Perry menyatakan bahwa Bank Indonesia telah mempertimbangkan berbagai skenario jika mantan presiden AS periode 2017-2021, memenangkan pemilihan tersebut.
Jika Trump menang, ada potensi penguatan dolar AS yang berkelanjutan seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan The Fed akibat tingginya inflasi.
Baca Juga
Indosat (ISAT) dan Ericsson Luncurkan Platform Monetisasi Digital Pertama di Dunia
Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan kemungkinan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan berkurangnya aliran modal asing.
Untuk mengantisipasi risiko ini, Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Danma Herwa Tbk (DEWA)
Support: 92
Resistance: 103
Target harga: 102
PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN)
Support: 4.950
Resistance: 5.200
Target harga: 5.150
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Support: 27.000
Resistance: 27.975
Target harga: 27.925.

