IHSG berpotensi Koreksi, Simak Dua Saham Pilihan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/11/2024), masih memiliki potensi penurunan menuju area support 7.450, selama belum berhasil menembus resisten MA60 level 7.625.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan belum ada perubahan signifikan terhadap pergerakan IHSG dan masih berada di bawah MA60. Pola ini menggambarkan bahwa peluang penurunan indeks masih terbuka.
Baca Juga
Program 3 Juta Rumah Diprediksi Dorong Pertumbuhan Pasar Semen Nasional 8%
Meski terbuka peluang penurunan indeks, kedua saham ini layak untuk dipertahankan dengan rekomendasi beli. Di antaranya, saham ADRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.940-4.300 dan SRTG direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.490-2.800. Sebaliknya saham INKP dan TKIM direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi atas lompatan Wall Street akhir pekan lalu, seperto Dow Jones melesat 0,69%, indeks S&p500 menguat 0,41%, dan Nasdaq menguat sebanyak 0,80%.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 2,46% menjadi 7.505. Penurunan IHSG tercatat yang paling dalam diantara bursa-bursa di Asia Pasifik. Pelemahan tersebut berimbas terhadap penurunan kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak 2,23% menjadi Rp 12.601 triliun.
BEI juga mencatatkan penurunan dalam volume perdagangan saham, nilai perdagangan saham, hingga frekuensi transaksi saham sepanjang pekan ini atau 28 Oktober-1 November. Pemodal asing juga terpantau agresif membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 2,64 triliun pekan ini.
Baca Juga
Trump Dinilai Unggul dalam Penanganan Ekonomi, tapi Tingkat Kesukaan pada Harris Lebih Tinggi
Koreksi indeks pekan ini dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham pekan ini, seperti sham sektor transportasi anjlok 2,85%, sektor keuangan anjlok 1,87%, sektor consumer non primer turun 2,73%, sektor material dasar jatuh 2,31%, dan sektor infrastruktur turun 1,42%. Penguatan hanya melanda saham sektor property dan consumer primer.
Penurunan tersebut juga dipicu atas koreksi sebanyak 483 saham dan 214 tak mengalami perubahan harga. Hanya 244 saham yang berhasil catatkan penguatan. Pemodal asing juga terpantau agresif membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 2,64 triliun pekan ini. Angka tersebut turun dari realisasi periode sama pekan lalu bernilai Rp 3,62 triliun.
Grafik IHSG

