IHSG Sesi I Anjlok 55 Poin, Sebaliknya Saham GPSO dan ERTX Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (1/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 55,02 poin (0,73%) menjadi 7.519. Pergerakan dalam rentang 7.513-7.583 dengan nilai transaksi Rp 5,09 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor konsumer non primer turun 2,18%, sektor kesehatan 2,55%, setor transportasi 2,16%, sektor material dasar turun 1,45%, sektor industri 0,79%, dan sektor keuangan 0,45%. Penguatan hanya melanda saham sektor teknologi 0,25%.
Baca Juga
Meski IHSG terjerembab, kedua saham ini malah berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik 34,83% menjadi Rp 120 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 34,72% menjadi Rp 260.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) sebanyak 30,66% menjadi Rp 179, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 25% menjadi Rp 950, dan PT Fortune Indonesia tbk (FORU) naik 16,87% menjadi Rp 7.100.
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).
Baca Juga
Tumbuh 44,79%, J Trust Bank (BCIC) Cetak Laba Rp 161,22 Miliar di Kuartal III 2024
Kemarin, IHSG ditutup menguat tipis 4,17 poin (0,06%) menjadi 7.574,02. pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 340,75 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 222,55 miliar, PT MNC Digital Entartainment Tbk (MSIN) Rp 139,02 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 136,73 miliar.
Penguatan tipis IHSG ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,31%, sektor industri 0,59%, sektor teknologi 0,67%, sektor properti 0,49%, dan sektor konsumer non primer 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur dan material dasar.
Grafik IHSG

