Emiten Air Minum Hermanto Tanoko (CLEO) Ini Buka-bukaan Pemicu Lompatan Laba hingga Kuartal III-2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten produsen air minum dalam kemasan (ADMK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), membukukan laba bersih konsolidasian pada hingga kuartal III-2024 senilai Rp 336,49 miliar. Raihan tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 61% yoy, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 209,22 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pesat penjualan emiten yang dikendalikan crazy rich asal Surabaya Hermanto Tanoko ini menjadi Rp1,97 triliun atau naik 32% dari perolehan periode sama tahun 2023 sebesar Rp1,50 triliun. Sementara beban pokok naik 22% dari Rp 669,91 miliar menjadi Rp 819,47 miliar.
Baca Juga
Laba Bersih Sariguna Primatirta (CLEO) Naik 75%, Ini Sebabnya
CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, pertumbuhan laba bersih signifikan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan lebih tinggi, dibandingkan dengan pertumbuhan beban pokok penjualan.
Segmen air minum dalam kemasan botol masih menjadi kontributor utama pendapatan dan laba perusahaan. Segmen tersebut berkontribusi Rp 1,08 triliun atau sebesar 54% terhadap total pendapatan CLEO.
Penjualan segmen air minum non botol tercatat sebesar Rp 861,98 miliar atau 44% dari total pendapatan perseroan. Penjualan produk-produk lain tercatat sebesar Rp34,99 miliar atau 2% dari total pendapatan.
“Keberhasilan secara terus menerus mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan ini bisa dicapai, karena CLEO konsisten melakukan ekspansi, baik jaringan pemasaran maupun pabrik di seluruh Indonesia. Dan kami berkomitmen penuh untuk terus mengupayakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan ini," katanya dalam keterangannya, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga
Pabrik Mojokerto Beroperasi, Laba Emiten Afiliasi Hermanto Tanoko (BLES) Naik 19,31%
Hingga kini, CLEO memiliki 31 pabrik yang sudah beroperasi dengan lokasi tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air. Lokasi pabrik yang terpencar di berbagai daerah tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk mendekatkan lokasi produksi ke tempat konsumen.
“Mengingat karakter air minum yang berat dan memakan tempat, keberadaan lokasi produksi yang lebih dekat dengan tempat konsumen akan mengurangi biaya transportasi dan distribusi secara signifikan,” terang Melisa. CLEO juga didukung sekitar 380 jaringan distribusi internal serta sekitar 7.000 partner distribusi.
Grafik Saham CLEO

