Net Sell kembali Melanda Rp 511,18 Miliar, Tiga Saham Bank Besar Ini Penyumbang Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing lagi-lagi melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 511,18 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/10/2024), sebanyak 28,03 poin (0,37%) menjadi 7.606,60.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 407,89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 158,56 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 97,23 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 58,20 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 54,84 miliar.
Baca Juga
Mitra Keluarga (MIKA) Pertahankan Pertumbuhan Kinerja, Labanya Capai Rp 872,88 Miliar
Sebaliknya lima saham berikut catatkan penjualan bersih (net sell) oleh pemodal asing, yaitu saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) Rp 359,12 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 63 miliar, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 47,70 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 30 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 20,82 miliar.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,01%, sektor industri 0,87%, sektor keuangan 0,50%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor transportasi 0,42%. Sebaliknya penugatan melanda saham sektor infrastruktur 1,02%, sektor kesehatan 0,76%, sektor konsumer non primer 0,72%, sektor teknologi 0,74%, dan sektor properti 0,49%.
Meski IHSG ditutup di zona merah, dua saham tetap melesat hingga ditutup auto reject atas (ARA) PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 25% menjadi Rp 490 dan saham PT Sona Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 19,86% menjadi Rp 8.600.
Baca Juga
Torehkan Kenaikan Laba 8,2%, Nippon Indosari (ROTI) Ungkap Pendorongnya
Penguatan pesat juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 23,31% menjadi Rp 69, PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) naik 18,60% menjadi Rp 102, dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menguat 20,59% menjad Rp 123.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII), PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dan PT Citra Tubindo Tbk (CTBN).

