Waspadai Koreksi IHSG Berlanjut, Saham BRIS dan BUKA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/10/2024), berpotensi menguji support MA20 setelah turun ke area 7.621. Pemodal disarankan mewaspadai penurunan lebih lanjut, apabila melewati level support 7.454.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini menyebutkan bahwa indeks mulai koreksi setelah tertahan di area 7.800. Penurunan kemarin membuka peluang penurunan lebih lanjut.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi gerak bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones turun 0,33%. Sebaliknya indeks S&P500 menguat 0,21% dan Nasdaq melesat 0,76%.
Hari ini, menurut BRI Danareksa Sekuritas, pemodal disarankan untuk membeli saham BRIS dengan target harga Rp 3.350-3.660 dan BUKA dengan target harga Rp 153-169. Sebaliknya saham PWON dan SIDO direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 71,01 poin (0,91%) menjadi 7.716. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 462,95 miliar di seluruh pasar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 318,07 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 137,08 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 88,49 miliar
.
Baca Juga
Koreksi indeks tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,14%, sektor material dasar melemah 1,34%, sektor kesehatan 1,51%, sektor properti 1,49%, sektor keuangan 0,67%, dan sektor infrastruktur 0,69%. Satu-satunya sektor saham dengan penguatan adalah teknologi 0,30%.
Meski IHSG anjlok, tiga saham berikut ini malah auto reject atas (ARA), seperti saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) naik 34% menjadi Rp 67, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menguat 24,81% menjadi Rp 4.830, dan PT Shield Service Tbk (SOSS) sebanyak 24,42% menjadi Rp 540.
Grafik IHSG

