Kontribusi Penjualan Nikel Terus Membesar, Begini Dampaknya bagi Saham Harum Energy (HRUM)
JAKARTA, investortrust.id – Ekspansi PT Harum Energy (HRUM) ke segmen nikel dalam beberapa tahun terakhir telah membuahkan hasil yang ditunjukkan kontribusi penjualan segmen bisnis nikel meningkat menjadi 30% terhadap total EBITDA pada semester I-2024.
Ekspektasi makin membesarnya kontribusi bisnis nikel terhadap kinerja keuangan mendorong Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan mempertahankan rekomendasi beli saham HRUM dengan target harga Rp 1.860.
Baca Juga
Selain itu, Harum (HRUM) dipercaya telah mengakhiri fase utama restrukturisasi yang ditunjukkan sejumlah pengumuman aksi korporasi baru-baru ini. “Hal ini diharapkan dampak bisnis nikel akan mulai terlihat besar terhadap kinerja keuangan HRUM ke depan,” tulis Darma dalam catatan risetnya dikutip Senin (7/10/2024).
HRUM sebelumnya telah mengeluarkan nota konversi wajib senilai US$ 412 juta kepada afiliasi Grup Eternal Tsingshan China. Kesepakatan itu memperkuat kemitraan HRUM dengan Tsingshan, membuka sinergi dan transfer teknologi dalam pemrosesan nikel.
Selain itu, HRUM telah menandatangani perjanjian pinjaman yang menyediakan US$ 45 juta untuk Westrong Metal Industry (WMI) dan US$ 60 juta kepada PT Position (POS) untuk kebutuhan modal dan operasional, memperkuat komitmennya terhadap ekspansi nikel.
“Sedangkan hambatan pasar nikel berasal dari, perlambatan ekonomi China dan potensi sanksi terhadap kendaran listrik besutan China yang bisa menekan permintaan nikel dunia mulai tahun 2025,” ulas Darma.
Baca Juga
Manuver Harum (HRUM) di Bisnis Nikel, Suntik Modal Anak Usaha Rp 12,47 Triliun
Aksi korporasi lain yang telah direalisasikan HRUM adalah mengakuisisi 51% saham Nickel International Capital Pte Ltd (NICAP), perusahaan berbasis di Singapura, senilai US$ 42,06 juta atau setara Rp 640,2 miliar. Akuisisi ini dilakukan dengan pengambilaliham saham baru milik NICAP pada 26 September 2024.
NICAP merupakan pemegang 49% saham PT Position, perusahaan pertambangan nikel Indonesia di Halmahera Timur, Maluku Utara yang juga merupakan entitas usaha HRUM yang memiliki konsesi lahan seluas 4.017 hektare.
Grafik Saham HRUM

