Standard Chartered Sebut Peluang Bagus Beli Bitcoin Saat Harga Turun
JAKARTA, investortrust.id - Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah diperkirakan dapat menekan harga Bitcoin (BTC) turun di bawah US$ 60.000. Namun, hal ini justru dilihat sebagai peluang menarik bagi para investor untuk membeli lebih banyak aset digital.
Menurut analis dari bank internasional Standard Chartered, ada kemungkinan besar harga Bitcoin akan terus turun. Meskipun demikian, penurunan ini dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat kepemilikan BTC, terutama karena situasi saat ini bisa berbalik menguntungkan di masa depan.
Bitcoin baru-baru ini turun sekitar US$ 4.000 dari US$ 64.000 menjadi hanya sedikit di atas US$ 60.000, setelah terjadi serangan rudal Iran ke Israel di awal bulan ini. Sejak itu, BTC terus berfluktuasi di kisaran US$ 60.000 hingga US$ 62.000. Sementara menilik data Coinmarketcap, Jumat (4/10/2024) BTC tengah terpantau naik 0,98% ke US% 61.440 dan selama sepekan turun 6,198. Dominasi Bitcoin tercatat 56,95%, sedikit naik 0,03% dalam satu hari terakhir.
Dalam sebuah laporan yang dipimpin oleh Geoff Kendrick, Kepala Penelitian Aset Digital Global di Standard Chartered, disebutkan bahwa penurunan tajam ini dapat menjadi peluang emas bagi investor. Salah satu alasan optimisme adalah peluang Donald Trump, yang dikenal pro-kripto, untuk memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Jika Trump menang, analis memprediksi bahwa Bitcoin dapat mengalami lonjakan harga signifikan.
Baca Juga
Sebaliknya, jika kandidat Demokrat, Kamala Harris, memenangkan pemilu, harga Bitcoin mungkin akan turun. Namun, Kendrick menekankan bahwa pasar kemungkinan akan merespons dengan cepat dan membeli saat harga sedang rendah, mengantisipasi perkembangan positif terkait regulasi kripto di masa depan.
Mengutip Tokocrypto, Jumat (4/10/2024) di platform prediksi terdesentralisasi Polymarket, peluang Trump untuk menang dalam pemilu meningkat 1%, sementara peluang Harris menurun dengan persentase yang sama. Analis berpendapat bahwa hal ini menciptakan situasi yang menarik bagi Bitcoin, di mana ketegangan geopolitik menekan harga ke bawah, namun di sisi lain meningkatkan prospek kemenangan Trump, yang dianggap positif bagi kripto.
Baca Juga
Optimisme di Tengah Penurunan, Bitcoin Punya Potensi Bullish Kembali Bulan Ini
Seiring ketegangan di Timur Tengah yang masih berlangsung, minat investor terhadap kontrak opsi beli Bitcoin juga mengalami lonjakan. Opsi beli adalah kontrak yang memungkinkan investor membeli aset pada harga yang disepakati sebelum tanggal kedaluwarsa tertentu.
Dalam dua hari terakhir, minat terhadap opsi beli Bitcoin dengan harga kesepakatan US$ 80.000 untuk jatuh tempo pada 27 Desember telah meningkat sebanyak 1.300 BTC di bursa opsi kripto Deribit. Peningkatan ini menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar yang bertaruh bahwa harga Bitcoin akan naik dalam beberapa bulan mendatang, memperkuat sentimen optimisme di sekitar aset ini.
Dengan ketidakpastian geopolitik dan Pemilu AS yang semakin dekat, pasar kripto diperkirakan akan tetap dinamis, memberikan peluang bagi mereka yang bersiap mengambil langkah cerdas.

