Indosat (ISAT) Berada di Zona Kenaikan ARPU, Sahamnya bisa ke Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) agresif memerperluas jaringan distribusi sendiri. Langkah agresif ini diharapkan mengubah posisi perseroan sebagai operator telekomunikasi ARPU rendah menjadi ARPU tinggi.
Perseroan telah meluncurkan 2.000 titik di luar Jawa dan kini mulai merangsek ke layer retailer. Penguatan distribusi mulai difokuskan di luar Jawa yang nota bene menawarkan ARPU lebih tinggi. Strategi ini mengubah posisi perseroan dari wholesalers ke model distribusi baru.
Penguatan distribusi sendiri memiliki tujuan jangka panjang akan berimbas terhadap penambahan jumlah pelanggan. Lebih penting lagi, penguatan jaringan tersebut akan berimbas terhadap peningkatan ARPU, sehingga margin keuntungan diharapkan meningkat.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Kantongi Restu Stock Split 1:4, Likuiditas Saham Akan Meningkat
Selain faktor tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, perseroan telah menaikkan harga paket data berkisar 5-9% melalui channel online sejak September. Sedangkan kenaikan harga melalui cahnnel offline ditargetkan mulai akhir bulan ini.
Estimasi Kinerja Keuangan ISAT
“Kenaikan harga tersebut sejalan dengan penguatan kualitas jaringan Indosat dan bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan lebih lanjut,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Peluang penguatan ARPU didukung sejumlah startegi yang tengah ditempuh Indosat (ISAT) mendorong prospek saham emiten telekomunikasi ini tetap kuat ke depan. Saham ISAT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 13.300.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Kolaborasi dengan Accenture Kembangkan Cloud AI
Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 5,2 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan model distribusi Indosat terbaru berada di posisi paling baik untuk menaikkan ARPU ke depan dan menaikkan margin keuntungan.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 658,1 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 587,7 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik dari Rp 51,22 triliun menjadi Rp 55,57 triliun tahun ini.
Grafik Saham ISAT

