Jelang Pilpres AS, Donald Trump Meluncurkan Bisnis Cryptocurrency Terbaru
JAKARTA, investortrust.id - Sehari setelah upaya pembunuhan terhadap Donald J Trump, mantan presiden tersebut muncul dalam siaran langsung di X pada hari Senin (16/9/2024) untuk memperjuangkan usaha bisnis terbarunya di industri mata uang kripto alias cryptocurrency. Di sisi lain, Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni pada 5 November 2024 mendatang.
“Kripto adalah salah satu hal yang harus kita lakukan. Suka atau tidak, aku harus melakukannya,” katanya dikutip dari The New York Times, Selasa (17/9/2024).
Di bisnis ini, ia didukung anak-anaknya. Bersama-sama mereka meluncurkan World Liberty Financial, sebuah usaha di industry kripto. Namun sayangnya bisnis ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang konflik kepentingan Trump dan membuat khawatir beberapa pendukungnya yang paling vokal di industri ini.
Trump telah mempromosikan proyek ini sejak bulan Agustus, namun tujuan pastinya masih belum jelas. Dalam siaran langsung tersebut, ia tidak membahas bisnisnya secara langsung, melainkan tunduk pada mitranya.
Bukan hal yang aneh bagi seorang calon presiden untuk memulai bisnis baru hanya beberapa minggu sebelum Hari Pemilu. Namun sepanjang karir politiknya, Trump telah terlibat dalam urusan bisnis yang oleh para ahli etika pemerintah dianggap sebagai masalah. Ia adalah pemilik mayoritas Trump Media & Technology Group, perusahaan induk platform media sosial Truth Social yang diperdagangkan secara publik, yang menyumbang sekitar US$ 2 miliar dari kekayaan pribadinya.
Baca Juga
Donald Trump Kembali Jadi Target Pembunuhan, Ini Dia Pelakunya
Danielle Brian, direktur eksekutif Proyek Pengawasan Pemerintah, sebuah kelompok pengawas non-partisan, mengatakan bahwa jika Trump terpilih, keterlibatannya dalam usaha kripto akan menciptakan konflik kepentingan yang serius. Komisi Sekuritas dan Bursa berpendapat bahwa hampir semua mata uang kripto adalah sekuritas yang tidak terdaftar dan harus diatur seperti saham yang diperdagangkan di Wall Street.
“Trump akan mampu mendorong badan pengatur untuk mendukung bisnis yang dia geluti,” kata Ms. Brian.
Seperti diketahui, selama bertahun-tahun, Trump adalah seorang yang skeptis terhadap kripto dan pernah mencela Bitcoin sebagai penipuan. Namun dalam kampanyenya, ia telah berubah menjadi pendukung yang vokal, berbicara di konferensi industri populer dan menarik sumbangan dari para eksekutif kripto.
Perencanaan untuk World Liberty Financial dimulai pada awal bulan Juli, ketika permohonan merek dagang untuk platform baru tersebut diajukan oleh perusahaan yang berbasis di Puerto Riko, AMG Software Solutions. Bulan berikutnya, Trump dan dua putra tertuanya, Eric Trump dan Donald Trump Jr mulai memposting tentang proyek tersebut di X.
Secara pribadi, orang-orang yang terlibat dalam World Liberty Financial telah menjadikannya sebagai platform pinjam meminjam, menurut tiga orang yang mengetahui proyek tersebut. White paper untuk usaha tersebut, yang ditinjau oleh The New York Times, mengatakan bahwa mereka akan menampilkan mata uang kripto baru bernama $WLFI yang akan dijual ke publik.
Baca Juga
Bentuk Komisi Dipimpin Elon Musk, Donald Trump Mau Jadikan AS sebagai Pusat Kripto Global
Di akun resmi X dan Telegramnya, World Liberty Financial mengatakan proyek ini bertujuan untuk mendorong adopsi stablecoin secara massal, sejenis mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai konstan US$ 1. Seseorang yang diberi pengarahan tentang proyek tersebut menggambarkannya mirip dengan layanan yang sudah ada bernama Instadapp, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola investasi mereka di berbagai platform kripto.
Beberapa anggota keluarga Trump mempunyai peran dalam bisnis ini, menurut daftar anggota tim yang tercantum dalam white paper. Posisi Trump adalah kepala advokat kripto. Sementara Barron Trump, putranya yang berusia 18 tahun, terdaftar sebagai DeFi Visioner dari proyek tersebut, yang mengacu pada cabang kripto yang dikenal sebagai keuangan terdesentralisasi. Eric Trump dan Donald Trump Jr. masing-masing digambarkan sebagai Duta Web3.
Namun di akhir dokumen menyatakan bahwa platform tersebut tidak dimiliki atau dikelola oleh Trump atau keluarganya, meskipun anggota keluarga dapat menerima kompensasi dari pengembang proyek.

