Nilai Jumbo! Ada Investor Asing Buang 8,14 Miliar Saham GOTO di Bawah Harga Penutupan
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mendadak lepas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 415,57 miliar pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/9/2024). Transaksi buang saham tersebut dilakukan melalu pasar negosiasi.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, sebanyak 8,14 miliar saham GOTO dilepas pemodal asing ke pemodal dalam negeri melalui pasar negosiasi atau dilakukan secara crossing. Saham tersebut dilepas pemodal asing secara bertahap dengan harga penjualan Rp 51 per saham.
Baca Juga
GOTO Siapkan Private Placement Saham, Mantan Dirut Bursa Hasan Zein: Unplausible Reasons
Crossing saham GOTO tersebut dibantu UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai broker jual. Sedangkan broker beli dibantu PT Ciptadana Sekuritas Asia. Crossing dilakukan secara bertahap sebanyak lima kali pada perdagangan sesi I di BEI hari ini.
Harga crossing saham tersebut berada di bawah harga penutupan saham GOTO hari ini level Rp 53 per saham. Data BEI mengungkap saham GOTO ditutup menguat 1,92% menjadi Rp 53.
Sebelumnya, GOTO memutuskan menutup layanan operasional di Vietnam mulai 16 September 2024. Penutupan tersebut sejalan dengan komitmen perseroan untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani mengatakan, sejalan dengan komitmen GoTo untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang serta berinvestasi dalam hal-hal yang dapat menghasilkan pertumbuhan dengan tetap berkomitmen pada target impas EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2024, perseroan memutskan untuk menutup operasional di Vietnam.
Baca Juga
Diversifikasi Mesin Pertumbuhan Jadikan Valuasi Saham GOTO kian Menarik
“Perseroan telah mengambil keputusan bisnis strategis untuk mempertegas fokus perusahaan dalam mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan. Penutupan wilayah operasional di Vietnam akan mengikuti peraturan dan prosedur setempat,” tulisnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, Vietnam adalah pasar yang sangat terfragmentasi dengan banyak pemain di bidang transportasi dan pengiriman makanan and bisnis Vietnam berkontribusi kurang dari 0,5% dari GTV Grup dan 2% dari GTV bisnis on-demand services pada 2Q24. “Oleh karena itu, keputusan bisnis ini tidak akan berdampak negatif secara material pada kegiatan operasional, kinerja bisnis dan kondisi keuangan perseroan secara menyeluruh,” terangnya.
Grafik Saham GOTO

