JP Morgan Sebut 3 Katalis Ini Bakal Dorong IHSG Gapai Target 7.800 Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga keuangan JP Morgan Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat mencapai level 7.800 hingga akhir tahun 2024.
Proyeksi tadi merupakan target bullish dari JP Morgan, dari target sebelumnya IHSG maksimal hanya sampai level 7.500, yang mana saat ini target tersebut sudah terlampaui.
“Tapi ini ada yang menarik ya, kalau kita lihat IHSG sudah all time high, dibandingkan indeks seperti LQ45 dan MSCI Indonesia,’’ Head of Research & Strategy JP Morgan Indonesia, Henry Wibowo di Kantor JP Morgan Indonesia, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Untuk itu dia percaya, LQ45 masih punya ruang upside lebih besar untuk menguat. ‘’Kita memiliki bullish target di 7800 jadi kalau inflow masih datang maka dapat tercapai,” ujarnya.
Baca Juga
IHSG Sinyal Koreksi, Intip Target Harga Saham TLKM, BBNI, BRIS dan ANTM
Lebih lanjut, JP Morgan Indonesia menilai bahwa peringkat IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah overweight. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa katalis positif.
Pertama, JP Morgan Indonesia mencermati bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan mendapatkan pengaruh positif dari Fed Funds Rate (FFR).
Ekonom JP Morgan Amerika Serikat kata dia memprediksi, the Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 3 kali hingga akhir tahun yang totalnya sebanyak 125 basis point.
“Sebesar 50 basis poin di bulan September, 50 basis poin rate cut di bulan November, dan 25 basis poin rate cut di bulan Desember,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, JP Morgan memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) juga akan memangkas suku bunga 50 basis poin dari bulan September hingga Desember. Lebih rinci, 25 basis poin pada bulan September, dan 25 basis poin di bulan Desember.
Baca Juga
Antam (ANTM) Rilis Emas Gift Series Baby Born, Tersedia 2 Varian Berat
“Kita melihat, ketika monetary easing sudah kejadian, likuiditas itu akan membaik. Fund flow dari developed market akan beralih ke emerging market, di mana salah satunya Indonesia akan diuntungkan,” paparnya.
Yang kedua, JP Morgan Indonesia melihat terdapat reformasi struktural yang berkelanjutan untuk mencapai visi Indonesia emas tahun 2045. Mereka menilai, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 5 pada tahun 2045.
“Kita harus melakukan banyak reformasi. Dan salah satunya adalah, kita harus evolusi dari commodity exporter menjadi manufacturing hub. Jadi kalau kita bisa memperbesar manufacturing kita, visi emas 2045 bisa tercapai dengan baik,” terangnya.
Ketiga, JP Morgan Indonesia menilai terdapat adanya pemulihan dari laba emiten di pasar saham Indonesia. Dikatakan, bahwa pertumbuhan corporate earnings dapat mencapai mid to high single digit di kisaran 5%-9%. Adapun, hal yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan laba tersebut adalah adanya penguatan rupiah.
“Rupiah kita itu memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap pergerakan corporate earnings atau laba-laba perusahaan. Jadi kalau kita lihat rupiah kita sudah menguat kira-kira 5% sampai 6%, beberapa bulan terakhir dari Rp 16.200 sekarang sudah turun menjadi Rp 15.500. Ini memiliki dampak yang sangat positif terhadap emiten-emiten kita. Corporate earnings growth harusnya bisa recover,” pungkasnya.
Grafik Pergerakan IHSG secara Ytd:

