Darma Mangkuluhur Hutomo Ungkap Indonesia Bisa Jadi Pemain Utama Industri Golf Tourism Dunia
JAKARTA, investortrust.id – Pengengendali sekaligus Komisaris Utama PT Intra Golflink Resorts (GOLF) Darma Mangkuluhur Hutomo optimistis Indonesia bisa menjadi pemain penting industri golf tourism dunia. Sebab, Tanah Air didukung potensi wisata bagus dengan penduduk ramah.
Pria berumur 25 tahun tersebut mengatakan, jumlah wisatawan golf yang datang ke Indonesia baru sekitar 250 ribu orang. Angka tersebut tertinggal jauh dengan Thailand sebanyak 6 juta orang per tahun. Bahkan, Vietnam berhasil menggaet sebanyak 1,5 juta wisatawan golf dan Malaysia hingga 500 ribu wisatawan golf.
Baca Juga
Tak Hanya Bidik Pertumbuhan Kinerja, Intra Golflink (GOLF) Ungkap Komitmen Terapkan Golf Tourism
“Jumlah pengunjung wisatawan golf Indonesia masih sangat minim, namun saya optimistis peluang dan potensi besar bagi Indonesia ke depan,” ungkapnya dalam wawancara Konvergensi Investortrust di Jakarta, Selasa (3/9/2024).
Darma mengatakan, dengan membangun infrastruktur, tidak hanya golf course, tetapi fasilitas pendukung seperti resort, food and beverage, perhotelannya, tranportasi, dan lainnya untuk menciptakan new experience diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan golf ke Indonesia. Potensi pasar ini yang tengah digarap PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) dengan membangun resort golf perdana di Bali.
Tak hanya pembangunan infrastruktur dan industri pendukung, dia mengatakan, menarik tourism golf lebih besar dapat dilakukan dengan memperkuat kerja sama sesama pemilik lapangan golf dalam negeri. Dirinya berharap tercipta kolaborasi. Pemerintah juga memiliki peran penting menarik wisatawan ini, misalnya kebijakan visa on arrival dan kebijakan lainnya.
Baca Juga
Dua Pegolf Indonesia Tampil Membanggakan di Mandiri Indonesia Open 2024
"Semua golf tourism, apalagi di Bali, kita harus gabung, karena kita bukan kompetitor, tapi kompetitor datang dari luar negeri. Apalagi kebiasaan wisatawan golf tak hanya bermain di satu tempat, tetapi ingin bermain di berbagai tempat, sehingga antarperusahaan golf perlu memperkuat kolaborasi," ujar dia.
Dirinya yakin dengan adanya kolaborasi yang kuat, wisawatan golf yang berkunjung ke Indonesia nantinya bisa mengalahkan negara-negara tetangga. “Banyak negara mulai agresif berinvestasi bisnis golf saat ini, kita berharap jangan sampai Indonesia kalah dengan negara-negara lainnya di Asia," ungkap dia.

