Penurunan Suku Bunga Disebut Tak Berdampak Signifikan pada Harga Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id- Co-Founder dan Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes mengungkapkan, prediksi pemotongan suku bunga oleh The Fed mungkin tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.
Melansir Cointelegraph, Rabu (4/9/2024), dalam sebuah postingannya di X, Arthur menyatakan bahwa penurunan suku bunga yang akan diumumkan ketua The Fed Jerome Powell masih belum memberikan dampak besar bagi performa harga Bitcoin.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, 23 Agustus lalu, Powell mengkonfirmasi jika bank sentral akan memangkas suku bunga AS pada September ini. Pemangkasan suku bunga tentu memberikan harapan bakal terjadi peningkatan harga aset berisiko seperti kripto.
Baca Juga
Pasar Kripto Melemah di Tengah Potensi Penurunan Suku Bunga, Begini Potensinya Bulan Ini
Sejak pidato tersebut, harga Bitcoin sempat melonjak ke US$ 64.000 sebelum turun ke level US$ 56.782,92% pada hari ini (4/9/2024) pukul 10.10 WIB.
Dikatakan Arthur, merujuk pada perjanjian pembelian kembali atau reverse repurchase agreements (RRP), penjualan sekuritas dengan perjanjian untuk membelinya kembali pada harga yang lebih tinggi pada tanggal tertentu di masa depan, dengan catatan mereka akan membayar bunga 5,3%.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan surat utang pemerintah jangka pendek yakni treasury bill yang memberikan imbal hasil lebih rendah yaitu 4,38%.
Akibatnya, para manajer investasi besar yang memiliki porto folio di pasar uang, menarik uang tunainya dari surat berharga negara dan menaruhnya ke dalam RRP. Akibatnya, uang beredar di pasar untuk aset berisiko seperti kripto ikut berkurang.
Akun X “ELI5 dari TLDR” menjelaskan bahwa program RRP dapat bertindak seperti tempat parkir semalam bagi bank-bank besar dan manajer keuangan untuk memarkir uang tunai mereka. Mereka menjelaskan bahwa investasi ini juga memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan investasi aman lainnya, sehingga modal hanya tertahan di tempat parkir dan tidak mengalir ke seluruh perekonomian.
Baca Juga
Para Eksekutif Kripto Berencana Kumpulkan Rp 1,55 Miliar untuk Kamala Harris
Hayes menyoroti bahwa perkembangan ini bertentangan dengan asumsi bahwa suku bunga yang lebih rendah baik untuk aset berisiko tinggi seperti Bitcoin.
Banyak yang yakin bahwa suku bunga rendah mendorong pinjaman dan pengeluaran yang menyebabkan lebih banyak likuiditas di pasar karena akun yang lebih aman dan berbunga tidak lagi menarik, sementara dolar yang lebih lemah dapat membuat Bitcoin tampak lebih kuat.

