Bitcoin Hadapi Krisis Permintaan, Pasar Kripto Ambruk
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin termasuk koin-koin kripto lainnya mayoritas berada di zona merah. Hal ini membuat investor bergulat dengan kondisi pasar yang menantang. Meskipun penurunan yang cepat sering kali menyebabkan kenaikan yang cepat, kemunduran yang berkepanjangan selama beberapa bulan telah sangat berdampak pada sentimen investor.
Menilik data Coinmarketcap, Rabu (21/8/2024) pukul 08.55 WIB, harga Bitcoin (BTC) terpantau tengah menurun 2,11% dalam 24 jam terakhir ke US$ 59.175. Begitujuga dengan Ethereum (ETH), BNB, Solana (SOL), XRP, dan Toncoin (TON) yang juga merosot masing-masing 2,67%, 0,86%, 2,26%, 1,22% dan 2,88%.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,09 triliun, turun 1,77% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 64,74 miliar, meningkat 5,29%. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 55,78%, turun 0,26% sepanjang hari.
Alasan cryptocurrency tidak naik mungkin disebabkan oleh berbagai hal, seperti kelebihan pasokan dan masalah makroekonomi. Namun, sungguh membingungkan melihat kinerja Bitcoin yang lemah ketika emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa bersama dengan pasar saham.
Baca Juga
Menurut Ki Young, CEO CryptoQuant dikutip dari BH News, Rabu (21/8/2024), pasar menunjukkan sentimen bullish jangka panjang bersamaan dengan volatilitas jangka pendek. Namun, kelemahan yang terus-menerus ini disebabkan oleh kurangnya permintaan BTC. Analisis mereka menunjukkan bahwa permintaan nyata, yang dihitung berdasarkan perbedaan antara total subsidi blok Bitcoin harian dan perubahan harian kepemilikan Bitcoin selama lebih dari setahun, sangatlah rendah.
Dari puncaknya pada bulan April sebesar US$ 70.000 hingga penurunan yang signifikan pada bulan Agustus, permintaan telah menurun. Permintaan saluran ETF untuk Bitcoin juga anjlok, sehingga berkontribusi terhadap penurunan permintaan secara keseluruhan.
Kekurangan Permintaan
Permintaan yang terlihat berubah dari 496.000 dalam 30 hari menjadi pertumbuhan negatif sebesar 25.000. Mendukung hal ini, harga premium Coinbase BTC turun dari 0,25% pada awal peluncuran ETF menjadi hanya 0,01% hari ini.
Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan di saluran AS. Data volume harian semakin memvalidasi negativitas pasar secara umum.
Baca Juga
Berikut langkah-langkah untuk kebangkitan kripto:
– Pemotongan suku bunga berpotensi menghidupkan kembali permintaan di saluran AS.
– Janji-janji politik, seperti janji Trump mengenai kripto, dapat menjadi katalisator.
– Para ahli mengantisipasi pergerakan besar di pasar pada kuartal terakhir tahun ini.
Meskipun pasar mata uang kripto sedang mengalami penurunan, kurangnya permintaan tetap menjadi masalah utama. Kebangkitan kembali minat dan permintaan, terutama di AS, sangat penting bagi potensi pemulihan. Para pemangku kepentingan sedang mengamati dengan cermat apakah peristiwa ekonomi atau politik yang akan datang akan memicu perubahan positif.

