Saham Emiten Milik Tommy Soeharto Ini (HUMI) Boncos Sepekan, masih Ada Peluang Bangkit?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) tercatat saham paling anjlok sepanjang pekan ini. Tak hanya itu, penurunan saham HUMI sentuh rekor terendah baru sepanjang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI, saham HUMI anjlok sebanyak 22,50% dari Rp 80 menjadi Rp 62 pekan ini. Bahkan, dalam empat hari perdagangan, saham HUMI ditutup stagnan di level Rp 62 per saham.
Baca Juga
Bidik Kenaikan Laba 20%, Humpuss Maritim (HUMI) Ungkap Aksi Ini
Lalu, mengapa saham anak usaham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) ini tercatat sebagai saham paling anjlok pekan ini? Berdasarkan laporan kinerja keuangan semester I-2024, HUMI masih mampu untuk mempertahankan perolehan laba, meski turun dair US$ 11,38 juta menjadi US$ 5,18 juta.
Penurunan laba tersebut berbanding dengan pendapatan usaha perseroan yang justru meningkat dari US$ 48,82 juta menjadi US$ 57,69 juta. Sedangkan beban pokok pendapatan bertumbuh lebih pesat dari US$ 32,08 juta menjadi US$ 44,45 juta. Alhasil, laba bruto perseroan turun dari US$ 16,74 juta menjadi US$ 13,23 juta.
Penurunan laba juga dipengaruhi atas penurunan pendapatan operasional lainnya dari US$ 3,02 juta menjadi US$ 484.610. Perseroan juga mencatatkan rugi bersih perusahaan asosiasi dari sebelumnya catatkan laba. Penurunan tersebut menjadikan laba per saham HUMI turun dari US$ 0,0007 menjadi US$ 0,0003 per saham.
Baca Juga
Makin Ekspansif, HUMI Incar 9 Tambahan Armada Kapal Tahun 2024
Sebelumnya, manajemen emiten pelayaran milik Tommy Soeharto ini mengaku tengah gencar ekspansi bisnis. Perseroan mengaku menyiapkan dana belanja modal atau capex sebesar US$ 51,5 juta untuk menambah sembilan armada kapal tahun 2024. "Perusahaan bertujuan menambah total 9 kapal, terdiri dari 3 kapal kimia, 1 kapal LNG, dan 5 kapal Tugboat," kata Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat awal tahun ini.
Dia mengatakan, kebutuhan ini disesuaikan dengan permintaan pasar, dimana ketiga jenis kapal tersebut saat ini sangat diminati di Indonesia. Peningkatan permintaan atas offshore support vessel (OSV) ini, menawarkan peluang yang menjanjikan bagi perusahaan, yang mewajibkan perolehan kapal tambahan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Sementara itu, pada kuartal III-2023, HUMI telah berhasil menambahkan empat kapal baru ke armadanya. Tirta mengatakan, di mulai dari tahun 2024 hingga 2029, perusahaan bertujuan untuk mengakuisisi 10 kapal tambahan setiap tahunnya.
Grafik Saham HUMI

