Tiga Jenis Kripto Ini Berpotensi Melejit Sebelum Akhir 2024. Berminat?
JAKARTA, investortrust.id - Industri kripto masih berfluktuatif, usai sebelumnya mengalami penurunan. Saat ini harga Bitcoin berada di bawah US$ 60.000, dengan kapitalisasi pasar global mencapai US$ 2,23 triliun. Meski demikian, melansir Watcher Guru, Jumat (16/8/2024), dengan kondisi pasar yang semakin mendukung, tiga jenis aset kripto ini berpotensi melejit sebelum akhir tahun ini.
1.Pepe (PEPE)
Pepe merupakan salah satu aset kripto dengan kinerja terbaik tahun lalu. Diluncurkan pada April 2023, koin meme bertema katak ini telah berkembang pesat dalam setahun sejak debutnya. Dengan kenaikan cepatnya, meme koin ini menduduki peringkat ke-27 di antara proyek teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Data CoinCodex menunjukkan Pepe bisa segera mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Platform tersebut memprediksi aset kripto itu akan mencapai US$ 0,00002794 pada 10 September 2024.
Baca Juga
Mayoritas Kripto Masih Lanjutkan Pelemahan, Bitcoin Kini di US$ 57.700
2.Shiba Inu (SHIB)
SHIB merupakan koin meme populer lainnya yang mengalami kenaikan luar biasa sejak pertama kali diluncurkan. Aset tersebut mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2021, tapi turun lebih dari 80%.
Jenis meme koin ini sangat populer dengan basis penggemar yang loyal. Aset tersebut dapat mencapai titik tertinggi tahunan jika kondisi membaik.
Baca Juga
Sambut Kemerdekaan, Reku dan Bappebti Ajak Investor Kripto Bangga Pakai Exchange Lokal
3.Popcat (POPCAT)
Meme koin lainnya yang mengalami pertumbuhan agresif selama beberapa bulan belakangan adalah POPCAT. Tetapi menghadapi koreksi signifikan selama beberapa minggu sebelumnya.
Aset tersebut naik ke jajaran 100 proyek teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, tapi kemudian turun ke posisi 117. POPCAT mungkin akan segera pulih, mengingat koin meme berpotensi mengalami pertumbuhan luar biasa pada siklus ini.
Potensi pemulihan sejumlah aset kripto ini sejalan dengan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menunjukan bahwa inflasi mungkin mereda lebih lama dari yang diantisipasi. Sehingga memunculkan kembali harapan tentang penurunan suku bunga di tahun ini.

