APLN Lunasi Sisa Utang Anak Usaha US$ 131,96 Juta, Peringkat Dikerek Jadi Caa1
JAKARTA, investortrust.id – Emiten properti milik konglomerat Trihatma K Haliman, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil melunasi sisa pinjaman Senior Notes milik anak usaha di Singapura, APL Realty Holdings Pte.Ltd, senilai US$ 131,96 juta.
Berkat pemenuhan kewajiban tadi, lembaga peringkat global, Moody’s Rating menaikkan peringkat Corporate Family Rating (CFR) APLN sebanyak 2 notch dari Caa3 menjadi Caa1 dan merevisi prospek menjadi stabil dari sebelumnya negatif.
Kenaikan peringkat yang dilansir Moody’s pekan lalu ini, mencerminkan berkurangnya risiko pembiayaan kembali bagi APLN dan peningkatan penjualan pemasaran yang telah berhasil dicapai oleh perusahaan.
Corporate Secretary APLN Justini Omas mengatakan, pelunasan utang US$ dan strategi pengelolaan pinjaman yang dilakukan secara prudent, disiplin dan terukur telah memberikan dampak positif terhadap proyeksi kinerja APLN ke depan.
Sebagai informasi, pada semester I-2024, APLN telah melunasi seluruh pinjaman Senior Notes milik anak usaha di Singapura, APL Realty Holdings Pte.Ltd senilai US$ 300 juta.
Baca Juga
Semester I, Agung Podomoro (APLN) Kantongi Marketing Sales Rp 796,3 Miliar
Pada Senin (3/6/2024) APLN membayar sisa pinjaman sebesar US$ 131,96 juta. Sebelumnya pada Juli 2023 APL Realty telah melakukan Tender Offer dan berhasil membeli kembali sebagian Senior Notes tersebut sebanyak US$ 168,04 juta.
Pelunasan pinjaman tersebut memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan. Selain terhindar dari risiko fluktuasi nilai tukar, Justini menjelaskan, APLN juga lebih leluasa dalam mengatur kembali beban pinjamannya. Setelah pelunasan pinjaman US$, dalam dua tahun ke depan APLN juga terbebas dari tekanan utang.
“Pelunasan pinjaman dolar AS dibiayai melalui pinjaman dalam mata uang rupiah dari Bank Danamon. Kami bersyukur Bank Danamon juga memperpanjang masa jatuh tempo pinjaman tersebut, sehingga APLN memiliki ruang yang lebih luas untuk membiayai proyek-proyek propertinya,” imbuh Justini.
APLN turut mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank Danamon sebesar Rp 2,95 triliun hingga tanggal 27 Mei 2024 lalu.
“Dukungan perbankan nasional ini menjadi bukti tentang rekam jejak positif dan prospek bisnis APLN ke depan. Kami yakin dengan besarnya kebutuhan sektor perumahan yang terus meningkat, APLN akan mampu mengoptimalkan peluang itu melalui berbagai proyek properti yang menjangkau beragam segmen konsumen di Indonesia,” ujar Justini dalam keterangan tertulis, Rabu (14/8/2024).
Justini juga menyampaikan, APLN membukukan laba komprehensif sebesar Rp 62,2 miliar pada semester I-2024, membalikkan kondisi rugi Rp 53,2 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Turun 46%, Penjualan Agung Podomoro (APLN) Capai Rp 4,68 Triliun pada 2023
“Pembangunan berbagai proyek properti menjadi katalis lonjakan marketing sales semester I-2024 yang tumbuh 38% menjadi Rp 796,3 miliar (diluar PPn), dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp 578,5 miliar,” papar dia.
Melonjaknya marketing sales di semester I tahun ini, lanjut Justini, membuat perusahaan mampu menjaga penjualan dan pendapatan usaha APLN mencapai Rp 1,89 triliun, naik tipis dibandingkan periode sama tahun 2023 sebesar Rp1,87 triliun.
Sementara itu, menurut Justini, laba kotor APLN juga bertumbuh 10,3% dari Rp 662,0 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 729,8 miliar pada semester I-2024 berkat kebijakan efisiensi yang dilakukan.
“Salah satu fokus kami adalah mendorong penyelesaian proyek-proyek properti sehingga bisa melakukan serah terima unit kepada konsumen tepat waktu. Itu adalah bagian dari komitmen Agung Podomoro selama lebih setengah abad menjalankan bisnis properti di Indonesia,” tutup Justini.
Grafik Harga Saham APLN secara Ytd:

