Tumbuh 35%, Penumpang Garuda Indonesia Group (GIAA) Capai 6,11 Juta di Kuartal II-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA Group mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 6,11 juta pada kuartal II-2024 atau tumbuh 35% year on year (YoY) dari periode sebelumnya 4,52 juta penumpang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan, dengan torehan tersebut pihaknya berhasil mengangkut penumpang sebanyak 11,53 juta hingga akhir semester I-2024.
“Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut turut terefleksikan pada pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 18,90% hingga akhir semester I-2024 lalu jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu,” kata Irfan dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Selasa (13/8/2024).
Di sisi lain, Garuda Indonesia secara konsolidasi pada kuartal II-2024 turut berhasil membukukan pertumbuhan jumlah angkutan kargo sebesar 37,80% (YoY) atau menjadi 53.326 ton kargo.
Baca Juga
Jadi 'Official Airline' HUT RI Ke-79, Garuda Indonesia Siapkan 11.508 Kursi ke IKN
“Peningkatan tersebut salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan komoditas general cargo, utamanya trafik kargo internasional Garuda Indonesia, yang tumbuh hingga 54,01%,” imbuh Irfan.
Irfan juga menuturkan, pencapaian pada periode kuartal II-2024 ini mencerminkan penguatan kinerja GIAA di tengah momentum akselerasi fase pemulihan kinerja perusahaan, yang saat ini ditunjang berbagai inisiatif aksi korporasi, baik dari layanan penerbangan penumpang maupun angkutan kargo di Garuda Indonesia dan Citilink.
“Perolehan angka pada jumlah angkutan penumpang tersebut dikontribusikan oleh Garuda Indonesia (mainbrand) sebanyak 2,85 juta penumpang, yang mencerminkan peningkatan hingga 56,70% dari 1,82 juta penumpang pada kuartal II-2023. Sementara itu, jumlah angkutan Citilink juga tercatat tumbuh 20,44% (YoY) menjadi 3,26 juta penumpang,” jelas dia.
Adapun perolehan angkutan kargo, lanjut Irfan, dikontribusikan oleh Garuda Indonesia sebanyak 32.536 ton dan Citilink sebanyak 20.790 ton.
Baca Juga
MetraMediaHub Milik Telkom Hadirkan W-IFE di Pesawat Garuda Indonesia
Lebih lanjut, saat ini Garuda Indonesia terus melakukan optimalisasi kapasitas alat produksi sejalan dengan tumbuhnya permintaan (demand) mobilisasi masyarakat menggunakan transportasi udara.
Irfan menyatakan, salah satu upayanya adalah meningkatkan tingkat utilisasi armada Garuda Indonesia secara grup, yang mana di kuartal II-2024 tercatat konsistensi capaian efisiensi operasional yang lebih baik, yakni meningkat sebesar 00:17 menit dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023, dari 8 jam 2 menit menjadi 8 jam 19 menit.
“Sementara itu, dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya (QtQ), tingkat utilisasi pesawat juga meningkat 5% atau 24 menit dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 7 jam 55 menit,” terang dia.
Garuda Indonesia terus berupaya melakukan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari peningkatan nilai tambah layanan penerbangan bagi para pengguna jasa, pengembangan layanan ground handling, hingga optimalisasi rute dan fleet maintenance.
“Selain itu, upaya kolaborasi dan sinergi dalam lini bisnis ancillary revenue yang terus dioptimalkan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya—di era pasca pandemi,” kata Irfan.
Strategi yang dicanangkan Garuda Indonesia itu guna menjaga konsistensi capaian kinerja operasional di semester II-2024. “Melalui berbagai langkah perbaikan yang terus diselaraskan di seluruh lini layanan dan operasional, kami berharap upaya akselerasi kinerja Garuda Indonesia dapat terwujud sesuai dengan proyeksi di fase pasca-restrukturisasi,” tutur Irfan.

