Bank Sumut Dikabarkan IPO Juni 2025
SIMALUNGUN, investortrust.id – Usai tarik ulur, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut dikabarkan akan melakukan pencatatan umum perdana atau initial public offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2025. Di mana dana yang diincar sebesar Rp 1,5 triliun.
“Dari internal tidak ada kendala, tinggal tunggu kondisi perekonomian saja. Rencananya sesuai estimasi di Juni 2025. Masih sama targetnya Rp 1,5 triliun,” ucap sumber Investortrust dikutip Sabtu (10/8/2024).
Adapun langkah ini dipandang sebagai strategi penting bagi Bank Sumut untuk memperkuat modal hingga bisa naik kelas ke Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) II yang menjadi milestone perseroan berikutnya. Oleh sebab itu, Bank Sumut akan memacu bisnis mengingat Provinsi Sumatera Utara menjadi pusat ekonomi kedua di luar Jawa. Bank Sumut bakal mengerek kinerja bisnis dengan meningkatkan ekspansi kredit hingga pengembangan teknologi informasi, serta layanan digital.
Baca Juga
Seperti diketahui, Bank Sumut awal tahun 2024 sudah menyatakan menunda kembali penawaran saham perdananya kepada publik, setelah sempat batal IPO di Januari 2023.
Direktur Utama Bank Sumut Babay Parid Wazdi mengatakan, keputusan menunda kembali IPO perusahaan yang 46,7% sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Sumut tersebut lantaran menunggu momen yang tepat. “Memang tidak tahun ini, dipastikan tidak tahun ini untuk IPO Bank Sumut. Jadi, tahun ini hanya persetujuan (para pemegang saham) apakah mau melakukan IPO dan atau menerbitkan perpetual bond (untuk tahun depan),” ujar Babay di Medan, Selasa (23/1/2024).
Kala itu bank yang mendapatkan ticker BSMT itu telah mematok harga penawaran pada rentang Rp 350-510 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp 1,02 triliun hingga maksimal Rp 1,49 triliun.
Sesuai prospektus, Bank Sumut telah menggelar penawaran awal atau bookbuilding sebanyak-banyaknya 2,93 miliar saham atau 23% dari total saham usai IPO, yang dimulai 5-18 Januari 2023.
Baca Juga
Bank Sumut, rencananya akan mengalokasikan 80% dana IPO untuk modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis perseroan, termasuk kredit modal kerja, kredit investasi hingga kredit konsumtif. Sekitar 20% sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan, termasuk layanan digital.
Babay mengatakan, tidak akan dilakukannya kembali penawaran saham perdana Bank Sumut tahun 2024 ini juga telah menjadi keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) sebelumnya.
Secara kinerja, Bank Sumut menutup tahun kerja 2023 dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp 740 miliar, atau tumbuh 5,56% year on year (yoy) dibandingkan Rp 701 miliar di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan kredit yang mencapai Rp 29,8 triliun di 2023 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,58% bila dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.
Sedangkan penghimpunan DPK mengalami kenaikan 9,75% atau menjadi Rp 35 triliun. Adapun total aset Bank Sumut pun mengembang menjadi Rp 44,4 triliun atau meningkat 9,40% ketimbang Rp 40,6 triliun di tahun sebelumnya.
Bank Sumut juga memutuskan menebar dividen Rp 592,06 miliar atau 80% dari raupan laba bersih tahun buku 2023. Selain itu sebesar 20% dari laba atau Rp 148,01 miliar akan digunakan sebagai cadangan umum. Adapun dividen yang dibagikan Bank Sumut pada tahun ini naik dibandingkan tebaran dividen pada tahun lalu sebesar Rp 560,5 miliar. Dari sisi rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio, Bank Sumut mempertahankannya di level tinggi 80%.

