MSTI Diproyeksi Mampu Capai Target Kinerja, Intip Rekomendasi Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id - Emiten sistem teknologi informasi PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp163,42 miliar pada semester I-2024 atau naik 49% yoy dari Rp 108,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan dari MSTI tumbuh 32% dari Rp 1,40 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 1,85 triliun pada semester I-2024.
Tim riset Stockbit menilai realisasi kinerja MSTI selama semester I-2024 masih sejalan dengan ekspektasi, serta masih on–track untuk mencapai proyeksi laba bersih dari Stockbit sepanjang tahun 2024 yaitu di level Rp 531 miliar.
Jika menilik dari informasi Perseroan, peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam data center dan solusi infrastruktur cloud. Selain itu, meningkatnya pelanggan yang menggunakan solusi keamanan.
Baca Juga
Bos Sekaligus Pengendali Ini Aktif Borong Saham Logisticsplus (LOPI), Ada Apa?
Hal ini disebabkan oleh persentase pendapatan oleh MSTI didukung oleh data center & cloud infrastructure yang menyumbang Rp 1,13 triliun terhadap pendapatan pada semester I-2024. Disusul oleh adaptive security architecture sebesar Rp 356 miliar, SP routing senilai Rp 220 miliar, dan sisanya Rp 143 miliar.
“Manajemen MSTI juga masih optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan tahun 2024 sebesar 19%–24% yoy, dengan margin yang relatif stabil,” tulis Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren dalam risetnya yang dikutip Jumat, (9/8/2024).
Sementara itu, Edi memaparkan bahwa pendapatan MSTI sendiri cenderung terkonsentrasi pada semester II, yang terefleksi dari data musiman di mana 80% dari total pendapatan tahunan pada tahun 2020-2022 dibukukan pada Mei–Desember. Hal ini disebabkan oleh model bisnis MSTI, dimana proses tender kontrak kerja biasanya dimulai pada awal tahun hingga kuartal ketiga. Dengan demikian, sebagian besar pendapatan perseroan baru akan terlihat pada semester II.
Baca Juga
Innovakids 2024, Siswa Sekolah Didorong Lahirkan Inovasi Sejak Dini
Lebih lanjut, MSTI juga mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 2,5 triliun atau naik 64% yoy. Dari jumlah tersebut, Stockbit mencermati sebanyak Rp 2,4 triliun belum dibukukan sebagai pendapatan per semester I-2024.
“Kami menilai tren nilai kontrak baru perlu diperhatikan oleh investor karena nilai kontrak merupakan leading indicator kinerja pendapatan MSTI. Adapun sebanyak Rp 600 miliar dari realisasi nilai kontrak baru MSTI berasal dari proyek AI cloud platform milik kolaborasi Nvidia dengan salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan untuk trading buy saham MSTI dengan support Rp 1.470, resistance Rp 1.585 dan target price Rp 1.610 – Rp 1.640. Di samping itu analis WH Project William Hartanto merekomendasikan buy MSTI dengan support Rp 1.470 dan resistance Rp 1.700.
Grafik Harga Saham MSTI:

