Investor Asing Lanjutkan Net Sell, Lima Saham Dilepas
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 114,79 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/8/2024), ditutup rebound sebanyak 69,57 poin (0,99%) menjadi 7.129,22.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 168,85 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 109,63 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 75,14 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 44,79 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 31,62 miliar.
Baca Juga
OJK Telisik Apakah Ada atau Tidak Tindakan Insider Trading Dua Saham Milik Prajogo Ini
Sebaliknya lima saham berikut torehkan pembelian bersih (net buy) saham terbesar, yaitu saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 63,48 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 59,14 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 48,48 miliar, PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 18,67 miliar, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 18,43 miliar.
Terkait penguatan IHSG hari ini ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi naik 1,38%, sektor infrastruktur 1,62%, sektor keuangan 0,94%, sektor konsumer primer 0,92%, dan sektor material dasar 0,72%. Satu-satunya saham dengan penurunan tipis adalah sektor industri 0,08%.
Baca Juga
Daftar 10 Saham Elit dengan Potensi Lompatan Harga, Ada PTRO dan RAJA
Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melesat 34,74% menjadi Rp 256. ARA juga melanda saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebanyak 24,62% menjadi Rp 496, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) melesat 24,83% menjadi Rp 905, dan Jaya Trishindo Tbk (HELI) melesat 25% menjadi Rp 525. Penguatan mengesankan juga melanda saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) sebanyak 31,58% menjadi Rp 250.
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham, yaitu PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC).
Grafik IHSG

