Diluncurkan Saat Pandemi, PINTU Jadi Gerbang Investasi Kripto hingga Menjelma Menjadi All In One Aplikasi
JAKARTA, investortrust.id - Pandemi Covid 19 membawa banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia investasi. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, banyak orang mulai mencari alternatif investasi yang dinilai menjanjikan. Salah satu yang popular, khususnya bagi anak muda adalah investasi kripto.
Menangkap peluang itu, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) merilis platform jual beli dan investasi aset kripto pada 1 April 2020. PINTU mengambil ceruk pasar investor pemula dengan mengedepankan solusi investasi kripto yang sederhana dan informatif alias user friendly.
Chief Marketing Officer (CMO) PINTU Timothius Martin atau yang akrab disapa Timo menyetujui bahwa investasi kripto kini semakin popular. Namun setidaknya ada tiga tantangan terbesar yang dihadapi. Yakni edukasi, rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO), dan kompetisi baik lokal maupun global.
“PINTU launching April 2020, saat pandemi dan pasar kripto lagi jatuh-jatuhnya. Tantangannya sangat besar, tapi blessing in disguise, banyak yang dirumah dan mencari hal-hal baru dalam berinvestasi. Tapi balik lagi tantangannya cukup besar karena banyak yang investasi karena ikut-ikutan saja. Masuk ke kripto tapi tidak tau apa konsep dasar kripto, blockchain, dan cara kerja investasi kripto,” ujarnya kepada investortrust.id, baru-baru ini.
Melihat fenomena itu, maka calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan tergabung sebagai calon anggota dari bursa kripto CFX tersebut merilis berbagai inisiatif edukasi.
Baca Juga
Aplikasi PINTU Luncurkan Pintu Pro, Platform Kripto untuk Trader Pro
Pintu Academy, sebagai contoh jelas Timo, menyediakan sumber daya edukatif yang komprehensif untuk membantu pengguna memahami dunia kripto. Webinar, artikel, dan video tutorial secara rutin diadakan untuk menjawab pertanyaan dan memberikan pengetahuan yang dibutuhkan. Lalu didukung oleh Pintu News yang berisi bahan informasi terkini dari dalam dan luar negeri.
“PINTU dibuat dengan interface yang simple. Ada namanya Pintu Academy dan kami dapat posisi pertama, seperti namanya Pintu, ini pintu bagi pemula yang mau berinvestasi kripto,” katanya.
Lebih lanjut setelah meluncurkan Web3 Wallet pertama di Indonesia, PINTU meluncurkan fitur baru yakni Pintu Pro pada Mei 2024. Pintu Pro sebuah fitur yang ditujukan untuk memaksimalkan pengalaman dan profitabilitas trading bagi trader pro. Pintu Pro berisi pro charting, order book, beragam jenis tipe order, hingga portofolio tracker dengan interface yang user friendly. Ketiga fitur tersebut yakni Pintu, Pintu Web3 Wallet, dan Pintu Pro menjadikan PINTU sebagai all in one crypto app.
Sementara dari sisi pengguna, Timo menyebutkan hingga pertengahan tahun ini sudah 8 juta pengguna PINTU, meningkat dari posisi 6 juta awal 2024. Bahkan volume transaksi dalam enam bulan ini sudah hampir naik dua kali lipat, dari posisi yang diraih pada satu tahun penuh di 2023.
“Ada halving Bitcoin, inovasi kripto melihat keadaan ekonomi dunia, disetujuinya ETF Bitcoin dan ETF Ethereum yang membuat banyak orang masuk ke kripto, dari investor institusi dan institusional,” katanya.
Baca Juga
Gandeng Bappebti dan CFX, PINTU Bahas Regulasi, Ekosistem, dan Web3 di Institut Pariwisata Trisakti
Belum Tergali
Seiring berkembangnya teknologi, kripto semakin populer di berbagai kalangan. Namun, di Indonesia, pemanfaatan kripto masih belum tergali sepenuhnya. Meskipun beberapa orang telah mulai berinvestasi, sambung Timo potensi penuh dari kripto masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, kurangnya literasi digital di kalangan masyarakat juga menjadi hambatan. Banyak orang masih belum memahami konsep dasar dari mata uang kripto, apalagi cara menggunakannya. Ini menyebabkan ketidakpercayaan dan ketidaknyamanan dalam bertransaksi menggunakan kripto.
“Saat ini kripto dipakai hanya untuk jual beli padahal use case-nya bisa lebih banyak dan jual belinya tidak spot tapi futures, inovasinya masih kurang saat ini. Harapannya dengan adanya CFX dan lembaga kustodian dan lembaga kliring bisa bawa inovasi produk baru,” ujarnya.
Padahal, potensi ekonomi yang ditawarkan oleh kripto sangat besar. Transaksi yang menggunakan kripto bisa dilakukan dengan cepat dan efisien tanpa perlu melalui perantara seperti bank. Ini bisa mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi ekonomi.
Timo pun meyakini kripto secara jangka panjang punya masa depan yang amat cerah. “Seperti investasi di properti dan saham, kita percaya secara jangka panjang potensinya ada. Jangka panjang kata-kata yang tepat buat 80-90% investor kripto,” katanya.
Lebih lanjut soal maraknya token-token baru, menurutnya di masa depan tidak semua token mampu mendapat perhatian sama seperti sekarang. Di sisi lain, banyak pula token di kripto yang kegunaannya baik namun karena pemasarannya yang kurang maka tidak tergali secara optimal.
Baca Juga
“Tapi kripto secara jangka panjang, semakin dewasa semakin sedikit tokennya karena yang bertahan hanya yang serius dan ada gunanya. 90% token bahkan bisa hilang. Kalau sekarang ada yang baru, lucu bisa viral. Ke depannya user dan investor mulai terdidik, tim dan investornya siapa, mulai akan jeli tidak akan ikut-ikutan orang saja,” jelas Timo.
Namun kata Timo, karena setiap orang memiliki batas resiko, pola pikir, dan jangka waktu yang berbeda-beda, maka ia mengimbau agar jangan ikut-ikutan jika ingin investasi di kripto.
“Kalau investasi tidak hanya kripto, jangan pakai uang pinjaman. Resikonya kita harus tahu kripto itu punya resiko yang tinggi, jadi jangan ditambah lagi pakai uang panas. Lalu bagi pemula, cari platform kripto yang teregulasi secara jelas,” ujarnya seraya menekankan bahwa kripto bukan judi online.

