Gunakan Teknologi AI, Operator Telko (ISAT) Ini Ungkap Penghematan Capex US$ 250 juta
JAKARTA, investortrust,id - Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengungkapkan implementasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ternyata tak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan pengguna layanan seluler maupun internet berbasis jaringan kabel serat optik (fixed broadband).
Menurut President Director & Chief Executive Officer (CEO) IOH Vikram Sinha, implementasi AI membuat operasional perusahaan lebih efisien. Tidak hanya menekan biaya operasional, implementasi AI berhasil menghemat biaya modal atau capital expenditure (capex) hingga US$ 250 juta.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pede Starlink Tidak Akan Gerus Jumlah Pelanggannya
Salah satu contoh adalah implementasi AI untuk melakukan perencanaan kapasitas. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat, lantaran AI berhasil meningkatkan kinerja perencaaan kapasitas nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya yang sepenuhnya mengandalkan sumber daya manusia (SDM).
"Ketika kami melakukannya secara manual, akurasi prediksi hanya bekisar 72-75%. Dengan AI dan machine learning (pemelajaran mesin), sekarang ini hampir 99%," katanya dalam Paparan Kinerja Semester I-2024 IOH yang digelar secara daring pada Selasa (30/7/2024).
Lebih lanjut, Vikram mengungkapkan bahwa implementasi AI yang sudah dilakukan oleh IOH sejak beberapa tahun lalu sudah membuahkan hasil. IOH terus mencatatkan kinerja keuangan yang positif, termasuk pada semester I-2024.
Pada semester I-2024, IOH mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 43,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YoY). Adapun, pertumbuhan pendapatan tumbuh 13,4% (YoY) pada semester I-2024 menjadi Rp 27,9 triliun dari Rp 21,1 triliun pada semester I-2023.
Baca Juga
Laba Indosat (ISAT) Semester I-2024 Melesat 43,3%, Berikut Pendorongnya
"Kami meningkatkan fokus kami pada keunggulan operasional dan efisiensi, memungkinkan kami untuk mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat sambil terus meningkatkan profitabilitas," ujar Vikram.
Selain itu, Vikram menyebut implementasi AI oleh IOH yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu merupakan upaya untuk mengakselesari perjalanan menuju menjadi AI Native TechCo. AI Native TechCo merupakan konsep sebuah perusahaan teknologi yang mengadopsi AI dalam lini operasional dan komersial.
Vikram menjelaskan percepatan transformasi IOH menjadi AI Native TechCo dilakukan lewat kerja sama dengan sejumlah raksasa teknologi dunia, seperti Google Inc. dan Nvidia Corp.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Bermitra dengan AionOS Akselerasi Kedaulatan AI di Indonesia
Kerja sama dengan Google dilakukan dengan menggabungkan jaringan, operasi, dan kumpulan data pelanggan yang luas dengan AI stack terpadu dari Google Cloud. Sementara itu, kerja sama dengan Nvidia adalah pengembangan pusat AI yang disiapkan di Solo, Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Vikram juga memberikan bocoran sedikit terkait Large Language Model (LLM) yang akan diluncurkan Indosat bernama Sahabat AI. LLM ini disebut akan meluncur pada September mendatang dan akan memiliki kemampuan bahasa Indonesia.
Grafik Saham ISAT

