Anak Usaha Pelindo (IPCM) Catat Pendapatan Rp 598,8 Miliar, Labanya Malah Turun
JAKARTA, investortrust.id – Anak usaha Pelindo, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 78,27 miliar pada semester I-2024, turun 6,02% secara year on year (YoY) dari Rp 83,93 miliar per semester I-2023.
Sementara jumlah pendapatan yang diraup meningkat 5,5% menjadi Rp 598,8 miliar di semester I-2024 dari Rp 567,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp 461,51 miliar dari Rp 425,03 miliar menjadi penyebab penurunan laba Perseroan. Begitu pula dengan beban umum dan operasi yang naik sementara pendapatan operasional lainnya justru menurun.
Alhasil laba usaha yang dicatatkan turun menjadi Rp 90,72 miliar per semester I-2204 dari Rp 100,72 miliar.
Baca Juga
Kemenhub Gandeng Pelindo Bangun Pelabuhan di KIT Batang Tahun Depan
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita menjelaskan, kontribusi pendapatan terbesar diperoleh dari jasa penundaan kapal sebesar Rp 512,2 miliar atau 85,5% dari total pendapatan, sedangkan kontribusi jasa pengangkutan dan lainnya sebesar 8,1% atau Rp 48,8 miliar.
Pendapatan jasa penundaan kapal khususnya pada Terminal Khusus (Tersus) mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 27,7% atau senilai Rp 183,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 143,5 miliar, hal ini didukung peningkatan kinerja pada beberapa wilayah operasi eksisting maupun wilayah operasi baru di Indonesia bagian timur.
Pada Pelabuhan Umum juga mengalami peningkatan sebesar 14,7% menjadi Rp 250,9 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 218,7 miliar YoY. Kemudian pada TUKS juga meningkat 9,6% menjadi Rp 115,8 miliar dari sebelumnya Rp 105,6 miliar YoY.
Sementara berdasarkan neraca keuangan, IPCM mencatat peningkatan aset dari Rp 1,52 triliun atau sekitar 4,4% dari posisi akhir tahun 2023 menjadi Rp 1,59 triliun pada semester pertama 2024 yang didukung kenaikan aset lancar perusahaan sebesar 10,8% dari Rp 889,6 miliar pada akhir Desember 2023 menjadi Rp 986,3 miliar pada akhir Juni tahun 2024 yang sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
“Upaya kami dalam meningkatkan kinerja operasional dengan mitra strategis telah menunjukkan hasil yang optimal. Lalu ekspansi yang kami lakukan di wilayah Indonesia Timur juga telah memperlihatkan potensi pendapatan yang semakin baik diserap Perseroan kedepannya,” urainya dalam keterangan resmi yang dirilis, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Sebelumnya, RUPST IPCM yang diselenggarakan pada 12 Juni 2024 menyetujui penetapan penggunaan laba Perseroan tahun buku 2023 yang seluruhnya berjumlah Rp 157,6 miliar dipergunakan sebagai dividen final sebesar Rp118 miliar (kurang lebih 75%) atau sebesar Rp22,41 per lembar saham.
“IPCM masih berkomitmen kepada pemegang saham selain juga konsisten menjaga pertumbuhan Perseroan. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan harapan kepada para pemegang saham akan investasinya di saham IPCM,” ujar Shanti Puruhita.
Grafik Harga Saham IPCM secara Ytd:

