Semestar I Melemah, Semester Dua akan Berbeda, Begini Rekomendasi Saham AKR Corporindo (AKRA)
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sudah terapresiasi pada harga sahamnya. Saat ini, peluang penguatan terbuka, apalagi dengan perkiraan kinerja keuangan paruh kedua akan pulih.
Hingga semester I-2024, laba bersih AKRA Rp1 triliun atau turun 2,7% yoy, dibandingkan Semester I 2023 yaitu Rp 1,03 triliun. Realisasi ini di bawah ekspektasi, karena hanya setara 33% dari estimasi FY24F konsensus. Pendapatan juga melemah 6,1% menjadi Rp 18,65 triliun, dibandingkan Rp 19,85 triliun pada semester I-2023.
Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin menilai, outlook AKRA pada Semester II 2024 membaik didorong beberapa factor, seperti pemulihan segmen perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), seiring permintaan tambahan dari emiten pertambangan. Kinerja juga akan didukung penjualan lahan industry JIIPE.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Umumkan Laba Rp 1 Triliun di Semester I dan Dividen Interim Jumbo
Sebagai catatan, segmen perdagangan dan distribusi yang berkontribusi sekitar 65–75% dari laba sebelum pajak. Terjadi penurunan laba segmen ini sebanyak 20,7% YoY pada semester I 2024 menjadi Rp 930 miliar dibanding semester I 2023 sebanyak Rp 1,17 triliun.
Manajemen mengungkap bahwa koreksi tersebut akibat penurunan permintaan dari sektor pertambangan pada Maret–Mei 2024 akibat tertundanya izin pertambangan (RKAB). Meski demikian, AKRA optimistis terhadap pemulihan volume pada Juni–Juli 2024 atau setelah RKAB dirilis.
Penguatan outlook juga didukung sikap optimistis manajemen AKRA terhadap penjualan lahan yang lebih besar pada semester II 2024 ditandai dengan target penjualan lahan 2024 yang tidak direvisi naik dari kisaran 115–130 ha. Manajemen juga mengatakan bahwa penjualan lahan sekitar 14 ha kepada Sichuan Hebang Biotechnology Co. pada kuartal III 2024.
“Dengan harga saham yang telah turun 13% dalam 3 bulan terakhir, kami menilai sentimen negatif dari performa kuartal II 2024 yang kurang baik telah priced-in. Lebih lanjut, pembagian dividen interim AKRA sebesar Rp50/saham (~3,3% yield per 25 Juli 2024) dengan cum date pada 2 Agustus 2024 dapat memberikan kenyamanan (comfort) bagi investor,” ujar Theodorus dalam risetnya, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Perusahaan Adikoesoemo Ini Kembali Borong Saham AKR Corporindo (AKRA)
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer mengatakan bahwa capaian kinerja AKRA yang lebih rendah, dibandingkan yang sebelumnya didorong oleh beberapa faktor perlambatan ekonomi, seperti normalisasi harga jual rata-rata dan kondisi cuaca yang mempengaruhi operasional konsumen. Normalisasi harga juga terjadi pada segmen bahan kimia secara umum.
Walaupun demikian, AKRA diprediksi membaik pada semester II-2024. AKRA menerapkan model bisnis formula-based price dengan MOPS sebagai acuan, dimana AKRA melakukan passthrough harga produk ke konsumen sehingga dapat mengelola risiko harga dan biaya.
Di sisi lain, AKRA dapat mencapai kinerja yang lebih kuat pada semester II-2024 didorong oleh kondisi cuaca yang lebih baik, meningkatnya aktivitas pertambangan serta perkiraan kondisi perekonomian yang lebih kuat sehingga mendorong permintaan bahan kimia dan BBM.
Baca Juga
Pertebal Kepemilikan, Pengendali AKRA Borong 12,42 Juta Saham Senilai Rp 19,82 Miliar
“AKRA juga mengandalkan JIIPE untuk dapat membukukan nilai penjualan tanah yang lebih besar. AKRA menggenjot pendapatan dari utilitas dan pelabuhan yang diperkirakan akan lebih tinggi karena banyak industri, termasuk pabrik peleburan tembaga telah memulai kegiatan produksi,” terangnya pada investortrust.id, Jumat (26/7/2024).
Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk trading buy saham AKRA dengan target price 1.350. Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam risetnya mengatakan untuk buy on weakness AKRA dengan target Rp 1.445-1.485 dan target harga Rp 1.570-1.650.
Grafik Saham AKRA

