Usai Rilis Marketing Sales, Begini Target Harga Saham Puradelta (DMAS)
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini memberikan pandangan berbeda terhadap target harga saham pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). Pandangan ini merefleksikan prapenjualan atau marketing sales perseroan senilai Rp 1,1 triliun pada semester I-2024.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DMAS dengan target harga Rp 220. Target harga tersebut mempertimbangkan diskon sebesar 55% terhadap perkiraan nilai akvitas bersih (RNAV) perseroan. Sedangkan saham DMAS saat ini ditransaksikan dengan diskon 68% terhadap RNAV.
“Kami sedang mereview kembali target marketing sales DMAS setelah berhasil catatkan penjualan Rp 1,1 triliun pada semester I-2024 atau 68% dari target tahun ini. Perkiraan semula marketing sales senilai Rp 1,8 triliun sepanjang 2024,” tulisnya dalam riset harian di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga
Ditopang Data Center, Pengembang Kota Deltamas (DMAS) Cetak Marketing Sales Rp 1,1 Triliun
Sedangkan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral saham DMAS dengan target harga Rp 160. Target harga tersebut telah mempertimbangkan penjualan marketing Rp 1,1 triliun semester I-2024. Target tersebut juga mempertimbangkan rata-rata harga jual lahan industry perseroan relative stabil pada periode tersebut.
Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan, raihan marketing sales tersebut berasal dari penjualan kuartal I-2024 senilai Rp 560 miliar dan kuartal II-2024 mencapai Rp 535 miliar. “Pencapaian prapenjualan semester I-2024 ini ditopang penjualan lahan industri, selain sektor komersial dan sektor hunian. Perseroan menjual seluas 34 hektare lahan industri,” kata Tondy.
Baca Juga
Puradelta Lestari (DMAS) Luncurkan Almandine Business Gallery Tahap Dua di Kota Deltamas
Lebih lanjut, dia mengatakan, industri data center masih menjadi kontributor utama pembelian lahan industri Perseroan. Lebih dari 75% prapenjualan lahan industri pada semester I-2024 datang dari sektor industri data center.
Dengan realisasi tersebut, Tondy menegaskan, DMAS optimistis target prapenjualan tahun 2024 sebesar Rp 1,81 triliun bisa diraih. Apalagi diperkirakan masih ada permintaan lahan industri yang besar pada paruh kedua tahun ini.“Pasca Pemilihan Umum 2024 ini, masih terdapat permintaan lahan industri sekitar 90 hektare dengan segmen utamanya berasal dari bisnis data center,” ujarnya.
Grafik Saham DMAS

