Memasuki Paruh Kedua 2024, Prospek dan Saham Ciputra (CTRA) Tetap Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil resilensi dengan penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 6,08 triliun sepanjang semester I-2024. Pertumbuhan ini dan didukung berlanjutnya insentif PPN pembelian property hingga potensi pemangkasan suku bunga menjadikan saham emiten property ini layak dicermati.
Peningkatan marketing sales tersebut didukung raihan kuartal II-2024 senilai Rp 2,75 triliun, sehingga total semester I mencapai Rp 6,08 triliun. Angka tersebut setara dengan 55% dari target yang telah ditetapkan manajemen CTRA Rp 11,1 triliun pada 2024.
Baca Juga
Marketing Sales Direvisi Naik, Begini Prospek Saham Baru Ciputra (CTRA)
“Realisasi tersebut sudah sesuai harapan kami dan melampaui target manajemen. Sedangkan memasuki semester II tahun ini, penjualan rumah tapak masih menjadi kunci pencapaian marketing sales CTRA sepanjang 2024,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Estimasi Kinerja Keuangan
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan performa penjualan properti tersebut disumbangkan proyek CTRA di Serpong, khususnya produk properti Serpong Elaia yang dilunjurkan bulan lalu. Proyek ini berkontribusi Rp 454 miliar terhadap total marketing sales Juni 2024 atau di atas perkiraan Rp 270-300 miliar.
Selain proyek baru tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan marketing sales ini didukung berlanjutnya insentif PPN pembelian properti. Penjualan properti yang memanfaatkan insentif ini menyumbang Rp 2,6 triliun terhada penjualan marketing semester I-2024. “Dengan asumsi gross margin penjualan ini 52% dan ratio opes 20%, kami memperkirakan penjualan properti yang memanfaatkan insentif PPN bisa menyumbang Rp 800 miliar terhadap laba bersih perseroan tahun ini,” tulisnya.
Baca Juga
Saatnya Akumulasi Saham Ciputra (CTRA), Sekuritas Ini Beberkan Alasannya
Kontribusi bakal lebih besar lagi, menurut dia, didasarkan inventori properti yang sudah terbangun dan siap terjual masih mencapai Rp 1 triliun. Dengan angka tersebut, potensi laba bersih dari penjualan ini bisa mencapai Rp 152 miliar.
Marketing Sales
Selain didukung insentif PPN pembelian properti, dia mengatakan, perseroan akan terdongkrak sentimen pemangkasan suku bunga paruh kedua tahun ini. Hal ini didasarkan mayoritas pembeli properti perseroan atau mencapai 70% memanfaatkan kredit kepemilikan rumah (KPR).
“Kami meyakini bahwa CTRA akan diuntungkan atas peluang penurunan tingkat suku bunga global pada paruh kedua tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham CTRA dengan target harga Rp 1.700. Saham CTRA ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk emiten sektor properti.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih CTRA menjadi Rp 2,29 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1.84 triliun. Pendapatan perseroan diprediksi naik dari Rp 9,24 triliun menjadi Rp 10,99 triliun.
Grafik Saham CTRA

