RMK Energy (RMKE) Tetapkan Rasio Dividen 10,11%, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2023 senilai Rp 30,63 miliar. Keputusan tersebut sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang digelar di Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra mengatakan, rasio dividen yang dibagikan setara dengan 10,11% dari perolehan laba bersih tahun lalu, sehingga angkata mencapai Rp 30,63 miliar.
"Pencapaian laba bersih 2023 sebesar Rp 308,9 miliar. Sedangkan sisa laba mencapai Rp 278,28 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan," kata Vincent dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Jumat (28/6/2024).
Baca Juga
Curah Hujan Tinggi, Penjualan Batu Bara RMK Energy (RMKE) Tetap Meningkat
Rencananya dividen tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 1 Agustus 2024. Investor yang berhak mendapatkannya adalah pemegang saham yang namanya tercatat atau cum dividen 8 Juli tahun ini.
Selain itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Jennifer Angeline sebagai Direktur Keuangan RMKE. Pengangkatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan value RMKE sebagai satu-satunya perusahaan logistik swasta yang terintegrasi dengan kereta api di Sumatera Selatan.
Manajemen RMKE sebelumnya menyebutkan bahwa RMK Energy berhasil mencatatkan bongkaran 1.309 rangkaian kereta dengan kapasitas 3,2 juta metrik ton (MT) batu bara dan memuat 2,9 juta MT batu bara ke 380 kapal tongkang sampai dengan Mei 2024.
Baca Juga
PT RMK Energy Tbk (RMKE) Lirik Layanan Logistik Komoditas Nikel
Vincent Saputra sebelumnya mengungkapkan, volume bongkaran kereta dan muatan kapal tongkang ini telah mencapai masing-masing sebesar 31,6% dan 32,0% dari target tahun 2024.
Dia membeberkan, volume bongkar dan muat batubara pada bulan Mei ini telah kembali normal dan merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2024. Kendati demikian, kinerja operasional periode ini mengurangi dampak penurunan operasional yang sempat terkendala cuaca ekstrem sepanjang Januari hingga April di Sumatera Selatan. “Dampak curah hujan yang tinggi sepanjang awal tahun 2024 secara signifikan mempengaruhi kinerja operasional yang menurun,” ungkapnya.
Grafik Saham RMKE

