Exxon Mobil Bersiap Stop Kilang Perancis, Harga Minyak Kembali Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak Rabu (26/6/2024) pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh isyarat penghentian produksi kilang minyak Perancis dan ketegangan di Gaza yang belum mereda. Meski demikian, menguatnya sinyal tensi antara Cina dengan UE, dan laporan API membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Aksi pemogokan pekerja yang berlangsung sejak hari Jumat lalu membuat kegiatan operasional ExxonMobil di kilang Gravenchon menjadi terganggu. Perusahaan minyak swasta terbesar dunia itu pada hari Selasa mengatakan kemungkinan untuk menghentikan produksi di kilang minyak yang berlokasi di Perancis utara tersebut jika pemogokan masih terus berlanjut. Kilang Gravenchon sendiri menyumbang sekitar 20% dari kapasitas kilang di Prancis.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Israel pada Selasa (25/6/2024) pagi melancarkan tiga serangan via udara secara terpisah yang menargetkan dua sekolah dan sebuah rumah di Kota Gaza. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 24 warga Palestina, termasuk saudara perempuan Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok Hamas. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, pemimpin Hamas itu menegaskan tidak akan ada kesepakatan apapun dengan Israel, apabila tidak ada jaminan gencatan senjata dan dihentikannya serangan di Gaza.
Baca Juga
Sinyal Perang Dagang Cina - UE Redupkan Harga Minyak Selasa Pagi
Sementara itu, tensi antara Cina dengan UE masih terus berlanjut. Menyusul desakan sebelumnya agar UE membatalkan rencana penerapan bea impor kendaraan listrik pada 4 Juli mendatang, Cina kembali mendesak UE untuk mencabut sanksi sepihak terhadap perusahaan-perusahaan Cina yang diyakini mendukung aksi Rusia dalam invasi di Ukraina, kata juru bicara Mao Ning pada hari Selasa.
Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto agar pihak UE dapat menerapkan kebijakan yang rasional dan pragmatis demi memastikan perkembangan hubungan Cina dengan UE untuk tetap sehat dan stabil.
Baca Juga
Minyak Terkonsolidasi Menyusul Potensi Berakhirnya Perang Gaza
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami peningkatan masing-masing sebesar 914 ribu barel dan 3,84 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 Juni. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang melemah di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu (26/6/2024) malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, menurut riset ICDX, Rabu (26/6/2024) harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 79 per barel.

