Perusahaan Prajogo Pangestu Ini (BREN) Bidik Dana IPO Rp 3,51 T, Simak Keunggulan Bisnisnya
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membidik dana penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham dengan target dana Rp 3,51 triliun. Perseroan berniat melepas sebanyak 4,5 miliar saham atau setara degnan 3,35% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Barito Renewables berniat melepas sahamnya dengan target harga pelaksanaan Rp 670-780. Sedangkan PT BNI Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham perseroan.
Baca Juga
Barito Renewables merupakan pengembang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Sedangkan bertindak sebagai pemegang saham utama PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) sebanyak 64,43%, GE sekitar 23,52%, Jupiter Tiger Holdings sekitar 4,35%, dan sisanya masayakat 3,35%.
Perseroan berniat menggunakan dana hasil IPO saham terebut untuk pembayaran sebagian utang senilai US$ 158,58 juta kepada Bangkok Bank. Dana juga akan digunakan untuk memenuhi pembayaran kepada Star Senergy Oil and Gas Pte Ltd sebanyak 72,5 juta.
Terkait kinerja keuangan, Barito Renewables berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari US$ 133,65 juta pada kuartal I-2022 menjadi US$ 147,08 juta pada kuartal I-2023. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari US$ 22,33 juta menjadi US$ 29,24 juta.
Baca Juga
Target Harga Pertamina Geothermal (PGEO) masih Jumbo, Berikut Faktor Pendorongnya
Beberapa proyek panas bumi yang tengah digarap perseroan terdiri atas Wayang Windu dengan kapasitas 230,5 MW, Salak dengan kapasitas 381 MW, dan Darajat dengan kapasitas 274,5 MW.
Terkait prospek bisnis, Barito Renewables dalam prospektus yang diterbitkan menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi sebesar 24 GW yang tersebar di sejumlah darah hingga 2020. Indonesia menempati urutan teratas di dunia.
Menurut World Bank, potensi tersebut diperkirakan mewakili sekitar 40% dari cadangan panas bumi dunia. Dari estimasi potensi tersebut, terdapat lebih dari 14 GW cadangan ditemukan dan 9 GW sumber daya. Sumber daya panas bumi secara umum mengacu kepada reservoir panas dari panas bumi dalam bentuk, kualitas, dan kuantitas sedemikian rupa sehingga mengandung prospek yang wajar untuk mencapai ekstraksi ekonomis pada akhirnya.
Baca Juga
Perusahaan Prajogo Pangestu Ini (CUAN) Gelar Aksi Korporasi, Kali Ini Akuisisi
Dengan perkiraan kapasitas panas bumi Indonesia bertumbuh pesat dari 2,6 GW pada 2023 menjadi 6,7 GW pada 2030 terbuka potensi pertumbuhan pesat dalam jangka panjang. Pertumbuhan ini mencerminkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 14,6% hingga 2030.
Penguatan prospek pembangkit listrik juga didukung upaya pemerintah untuk menekan emisi karbon dengan mengandalkan sumber energi ramah lingkungan. Meskipun meningkat lebih dari dua kali lipat dari segi kapasitas, porsi tenaga panas bumi dalam bauran kapasitas keseluruhan hanya akan bertumbuh dari 3,1% pada 2023 menjadi 5,6% pada 2030.

