Mitrabara Adiperdana (MBAP) Raih Kontrak Jasa Pertambangan Rp 488 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang batu bara milik Grup Baramulti, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) memperluas cakupan usaha pada jasa kontraktor pertambangan lewat anak usahanya, PT Mitra Muda Makmur (MMM). MBAP memiliki 100% saham MMM dengan status kepemilikan langsung.
Seiring perluasan usaha tersebut, Manajemen MBAP menyampaikan, MMM berhasil meraih pekerjaan kontraktor pertambangan dari PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) dengan nilai kontrak sebesar US$ 30,42 juta, atau sekitar Rp 488,37 miliar (kurs Rp 16.050,34 per dolar AS pada 15 Mei 2024).
‘’Penandatangan Perjanjian Jasa Pertambangan oleh MMM kepada BSEE ditandatangani kedua pihak, pada tanggal 15 Mei 2024,’’ urai Sekretaris Perusahaan PT Mitrabara Adiperdana Tbk, Chandra Lautan, dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Jumat (14/6/2024) malam.
Baca Juga
Bank Victoria (BVIC) Tawarkan Obligasi Rp 500 Miliar, Pasang Kupon 9,50%
Lebih lanjut dikatakan, kedua pihak memiliki hubungan afiliasi dari pemegang saham, di mana PT Wahana Sentosa Cemerlang (WSC) yang merupakan pemegang saham sebesar 60% dari MBAP juga sekaligus merupakan pemegang saham BSSE dengan kepemilikan sebanyak 0,01%.
Meski punya hubungan afiliasi, Chandra memastikan BSEE akan memberikan imbalan yang sesuai dengnan kesepekatan (tetap memperhatikan nilai pasar), sehingga dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan Perseroan secara konsolidasi.
Sebelumnya, MBAP melaporkan perolehan kinerja tahun buku 2023 dengan mencatat laba bersih US$ 21,69 juta atau sekitar Rp 351 miliar, anjlok 87,9% secara year on year dari laba bersih tahun buku 2022 sebesar US$ 179,39 juta.
Penurunan laba sejalan dengan pendapatan konsolidasi yang tergerus menjadi US$ 224,09 tahun 2023 datri posisi US$ 449,54 pada tahun buku 2022.
Baca Juga
Cek Jadwal Pembagian Dividen Tunai Mitrabara (MBAP) Rp 64 per Saham
Manajemen MBAP dalam keterbukaan informasi menyampaikan, turunnya kinerja Perseroan disebabkan anjloknya harga batu bara di pasar global tahun 2023 dibanding tahun 2022. Selain itu Perseroan mengalami dampak atas kebijakan penyesuaian tarif dan formula royalti.
Sebagaimana disebutkan 60% saham MBAP dipegang oleh WSC. Nama terakhir sekaligus merupakan pengendali PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Adapun WSC diketahui dikendalikan oleh salah satu wanita terkaya Indonesia bernama Ghan Djoe Hiang.
Grafik Harga Saham MBAP secara Ytd:

