Bank Victoria (BVIC) Tawarkan Obligasi Rp 500 Miliar, Pasang Kupon 9,50%
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap II Tahun 2024 dengan nilai pokok Rp 500 miliar.
Surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria, dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 1 triliun.
Berdasarkan prospektus penawaran obligasi yang diterbitkan Bank Victoria yang dikutip, Sabtu (15/6/2024) disebutkan, obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Adapun tingkat bunga yang diberikan sebesar 9,50% per tahun dan jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi.
Surat utang tersebut telah mendapat peringkat idA- (Single A minus) dari PT Pemeirngkatan Efek Indonesia atau Pefindo. Peringkat tersebut berlaku untuk periode sejak tanggal 2 April 2024 sampai dengan 1 April 2025.
Baca Juga
Bursa Eropa di Zona Merah, Indeks CAC 40 Prancis Anjlok 2,7%
Disebutkan, bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan melalui Agen Pembayaran, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 12 Oktober 2024. Bunga terakhir atau ke-12 dijadwalkan dibayar sekaligus bersama pokok obligasi pada, 12 Juli 2027
Terkait penjamin emisi, penawaran umum obligasi ini dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) oleh PT Victoria Sekuritas Indonesia (terafiliasi) dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana dan penjamin emisi.
Setelah memperolah dana hasil penerbitkan obligasi, BVIC menyampaikan, setelah dikurangi biaya emisi, seluruh dana akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, dalam bentuk pemberian kredit.
Berikut jadwal penerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank Victoria Tahap II Tahun 2024:
Baca Juga
Tanggal Efektif: 28 Februari 2023
Masa Penawaran Umum: 2 – 8 Juli 2024
Tanggal Penjatahan: 10 Juli 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 10 Juli 2024
Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik: 12 Juli 2024
Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia: 15 Juli 2024

