Dharma Polimetal (DRMA) Segera Luncurkan Battery Casing Hyundai, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menargetkan mulai memproduksi battery casing untuk Hyundai Kona EV dalam waktu dekat. Produk ini diharapkan menjadi momentum pendongkrak kinerja keuangan dan pergerakan harga saham DRMA.
Sinarmas Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan menyebutkan bahwa manajemen DRMA mengakui bahwa peluncuran battery casing tersebut siap dilakukan dalam wakttu mendekat. Estimasi order awal akan mencapai 1,2 ribu unit per bulan.
Baca Juga
Investasi Rp 200 Miliar, Dharma Polimetal (DRMA) Bangun Pabrik Komponen Kendaraan Listrik
“Kami melihat peluncuran produk ini akan menjadi kunci penopang pertumbuhan laju kinerja keuangan perseroan pada paruh kedua tahun ini. Selain produk-produk lain yang dipasarkan perseroan,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy dalam riset yang dipublikasikan belum lama ini.
Selain untuk memenuhi permintaan Hyundai di dalam negeri, dia mengatkan, casing battery tersebut akan dieskpor. Perseroan melalui perusahaan patungannya juga telah mengekspor wiring harmesses ke Hyundai AS dengan target kontribusi US$ 16 juta tahun ini dan margin bersing tinggi.
Estimasi Kinerja Keuangan DRMA
“Ekspor ini diharapkan bisa menahan penurunan permintaan suku cadang pasar domestik untuk Hyundai,” tulis Isfhan.
Manajemen DRMA, tulis Sinarmas Sekuritas, juga tengah mengembangkan sejumlah produk suku cadang untuk kendaraan listrik, seperti konversi sepeda motor bahan bakar menjadi motor listrik. Perseroan juga menjajaki pengembangan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.
Baca Juga
Terkait kondisi pasar, Isfhan menyebutkan, manajemen DRMA mengungkapkan pesanan permintaan suku cadang otomotif mulai pulih Juli dan Agustus tahun ini, terutama untuk pemesananan suku cadang sepeda motor.
Begitu juga dengan tren peningkatan pesanan suku cadang, khususnya knalpot, mobil mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pesanan kini telah mencapai 1,5 ribu unit per hari, dibandingkan rata-rata kuartal I-2024 mencapai 1,1 ribu unit per hari.
“Pesanan tersebut menunjukkan bahwa masa terburuk telah berlalu bagi industri otomotif, namun menjadi pertanyaan apakah pemulihan beberapa pekan ini bisa membuat penjualan otomotif sama seperti tahun lalu? Hal ini kemungkinan belum bisa, karena tingkat suku bunga masih tinggi,” tulisnya.
Baca Juga
Pakar Otomotif Proyeksikan IKN Gunakan 80% Transportasi Rendah Emisi
Dharma Polimetal (DRMA) juga tampaknya membidik pasokan suku cadangan sepeda motor listrik Honda. Sebagaimana diketahui Honda menargetkan produksi sekitar 100 ribu motor listrik tahun depan, dibandingkan perkiraan produksi tahun ini mencapai 5000 unit. Sedangkan dalamn jangka panjang, target produksi motor listrik Honda mencapai 1,5 juta unit pada 2030.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add dengan target harga saham DRMA Rp 1.010 untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan target harga 12 bulan mendatang mencapai Rp 1.650.
Grafik Saham DRMA

