Impack Pratama (IMPC) Bidik Pertumbuhan Laba 27,8%
JAKARTA, investortrust.id – PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membidik pertumbuhan laba bersih sebanyak 27,8% menjadi Rp 550 miliar tahun 2024, dibandingkan raihan tahun sebelumnya Rp 431 miliar. Pertumbuhan ini diiringi target kenaikan pendapatan sekitar 10,1% dari Rp 2,86 triliun menjadi Rp 3,15 triliun pada 2024.
Direktur Pemasaran Impack Pratama (IMPC) Janto Salim menjelaskan, pemasukan perusahaan biasanya naik signifikan pada kuartal keempat atau akhir tahun. Sedangkan Januari-Maret 2024, perseroan sudah membukukan pendapatan bersih Rp 744 miliar atau sama dengan raihan tahun lalu. Sedangkan laba bersih kuartal pertama tahun ini, tercatat naik 23% (yoy) menjadi Rp 149 miliar.
Baca Juga
Produk Baru dan Efisiensi Jadi Lompatan Saham Impack Pratama (IMPC), Begini Target Harganya
“Kuartal IV positif biasanya maksimal, omzet paling besar, karena produksi sebagian besar didominasi roofing polycarbonate (PC) dan alderon. Musim hujan seasonal jadi dampak positif bagi kami,” ujar Janto dalam Paparan Publik Impack Pratama di Altira Business Tower, Senin (20/5/2024).
Manajemen optimistis mampu meraih target yang sudah ditentukan, karena tahun lalu Impack Pratama masih bisa mempertahankan pangsa pasarnya. Berdasarkan produk, atap PC Impack Pratama masih mendominasi pasar dengan pangsa 90% sedangkan atap uPVC memenuhi 70% pemasaran di antara produk yang sama di Indonesia.
Sebagai strategi tahun ini, IMPC masih mendorong pertumbuhan organik dengan meluncurkan inovasi produk baru, serta melakukan kampanye pemasaran agresif untuk mengambil pangsa pasar kompetitor. Sedangkan pertumbuhan secara anorganik, manajemen akan secara aktif mencari peluang akuisisi perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga
Tambah Free Float, Pemegang Saham Ini Lepas Saham Impack Pratama (IMPC) Rp 214,67 Miliar
Tahun ini, manajemen memperkirakan tantangan kinerja perusahaan akan dipengaruhi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kondisi geopolitik yang memburuk dan memengrahui pasokan serta bahan baku.Resesi global yang memburuk dan kenaikan suku bunga juga dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat.
Tahun lalu, pendapatan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 2,86 triliun atau naik 1,8% (yoy) dengan laba kotor naik 20,2% (yoy) menjadi Rp 1,17 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan tahun lalu naik 40% (yoy) menjadi Rp 431 miliar.
Margin laba bersih IMPC tahun lalu juga terkerek dari 10,9% pada 2022 menjadi 15,1% pada 2023. Sebagai informasi, tahun lalu 80% jumlah penjualan IMPC berasal dari pelanggan retail, sisanya 20% merupakan pelanggan proyek.
Grafik Saham IMPC

