Biaya Logistik Indonesia Masih Mahal, Ini Kata Bos Logisticsplus International (LOPI)
JAKARTA, investortrust.id – PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menyatakan, mahalnya biaya logistik yang saat ini mencapai 14,29% terhadap produk domestik bruto (PDB) tidak berimbas ke operasional perusahaan sebagai penyedia jasa logistik.
“Kami kan pemberi jasa, jadi tidak berimbas oleh tingginya biaya logistik. Tapi kalau para pemakai jasa mungkin akan keberatan,” kata Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko di Kantor Logisticsplus, SAV Building Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Tahun 2024, Logisticsplus (LOPI) Bidik Kenaikan Pendapatan 25%
Menurut Wahyu, biaya logistik di Tanah Air belum bisa turun karena infrastruktur di Indonesia belum memadai. “Nanti mungkin kalau infrastrukturnya lebih bagus, biaya logistik turun dengan sendirinya,” tutur dia.
Wahyu menjelaskan, untuk menekan biaya logistik, seluruh wilayah di Indonesia harus terkoneksi dengan baik. Itu sebabnya, pembangunan infrastruktur berikut sarana dan prasarananya di sektor logistik perlu digenjot.
“Yang pasti pembangunan infrastruktur, seperti jalan, kereta, dan bandara harus lebih massif agar seluruh wilayah Indonesia terkoneksi,” tegas dia.
Baca Juga
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, beberapa waktu lalu mengungkapkan, dalam 10 tahun ke depan, biaya logistik diharapkan turun dari 14,29% menjadi 10% terhadap PDB, dan ditargetkan turun lagi ke kisaran 8% dari PDB pada 2045.

