Usai Dilepas Grup Rajawali, Golden Eagle (SMMT) Cetak Penurunan Laba 57,39%
JAKARTA, investortrust.id – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan sebanyak 57,39% menjadi Rp 255,97 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 402,88 miliar.
Manajemen SMMT dalam laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/2/2024), penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan eprseroan dari Rp 1,01 triliun menjadi Rp 1,04 triliun.
Baca Juga
Usai SMMT, Grup Rajawali Rancang Lepas Saham Fortune Indonesia (FORU)
Penurunan juga dipicu atas lompatan beban pokok pendapatan dari Rp 711,91 miliar menjadi Rp 838,89 miliar. Hal ini memicu penurunan laba kotor perseroan dari Rp 337,36 miliar menjadi Rp 177,37 miliar.
Penurunan laba juga dipicu atas peningkatan beban umum, penurunan penghasilan bunga, denda pajak, dan beban bunga yang mengalami peningkatan sepanjang 2023.
Pelemahan laba tersebut menjadikan laba per saham perseroan anlok dari Rp 115,03 menjadi Rp 77,60 per saham.
Sebelumnya, Geo Energy Investama sebelumnya menuntaskan pembelian sebanyak 1,847 miliar atau 58,65% sahamSMMT dengan harga pelaksanaan Rp 1.305,5, sehingga nilai akuisisinya Rp 2,41 triliun. Harga akuisisi tersebut lebih tinggi, dibandingkan dengan rata-rata harga saham SMMT dalam setahun terakhir.
Baca Juga
Akuisisi 58,65% Saham Tuntas, Golden Eagle (SMMT) Kini Dikendalikan Geo Energy
Manajemen SMMT dalam penjelasan resminya juga menyebutkan RUPSLB menyetujui pengangkatan Dirut SMMT Budi Susanti dan Direktur SMMT Yiliana, dan Direktur Denny Kusmayadi. Perseroan juga menetapkan pengangkatan Komut SMMT Ng See Yong, Komisaris Independen Richard Ong, dan Komisaris Yuliana.
Selain menetapkan pengurus baru perseroan, RUPSLB perseroan menyetujui penegasan pengendali saham perseroan, yaitu PT Geo Energi Investama dan disetujuinya perubahan anggaran dasar perseroan.

