Pegiat Pasar Modal Hari Prabowo Luncurkan Buku "Rahasia Harga Saham", yuk Intip Isinya…
JAKARTA, investortrust.id – Pegiat dan investor pasar modal, Hari Prabowo meluncurkan buku Rahasia Harga Saham di Semarang, Sabtu (11/11/2023). Buku panduan berinvestasi di pasar modal ini ditulis secara sederhana, lugas, renyah, akrab, dan santai, sehingga mudah dicerna berbagai kalangan dengan latar belakang beragam.
Seremoni peluncuran buku Rahasia Harga Saham dihelat di Hotel Aruss, Semarang. Acara itu diisi dikusi tentang outlook 2024 bertajuk Bursa Saham di Tahun Politik yang mengetengahkan mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) Hasan Zein Mahmud, mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawati, dan tim riset MNC Sekuritas selaku pembicara.
Menurut Hari Prabowo, buku Rahasia Harga Saham didedikasikan kepada para investor pasar modal domestik, khususnya di pasar saham, sebagai salah satu wujud kepeduliannya selama 30 tahun berkecimpung di pasar modal.
Baca Juga
“Melalui buku ini saya ingin berbagi pengalaman dan bisa berkontribusi bagi pengembangan dan kemajuan pasar modal Indonesia,” kata Hari kepada investortrurs.id menjelang peluncuran buku tersebut.
Konsultan investasi, pengajar, dan pendiri Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pasar Modal Investa (LP3M Investa) itu mengakui, media sosial (medsos) sejatinya sudah banyak menayangkan berbagai pengetahuan tentang pasar modal.
“Tetapi saya tetap berpendapat bahwa buku dalam bentuk cetak akan senantiasa disukai sebagai bacaan dan sumber referensi yang memiliki nilai, kekhasan, dan sensasi tersendiri,” ujar pria kelahiran Kendal, 10 November 1956 tersebut.
Hari Prabowo menjelaskan, buku Rahasia Harga Saham terdiri atas 200 halaman berisi 10 bab yang membahasmateri pasar modal secara runut,mulai dari pengertian dan konsep dasar investasi, mekanisme perdagangan saham, aksi korporasi, faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham, analisis harga saham,psikologi investor, hingga strategi berinvestasi.
Hari, yang pernah berkarier di salah satu perusahaan sekuritas ternama, juga menyajikanberbagai peristiwa penting yang kerap terjadi di bursa saham sebagai tambahan pengetahuan berdasarkanfakta di lapangan. Dengan begitu,pembaca dapat lebih mamahami dinamika yang kerap muncul dan terkadang tidak teoritis.
“Ini penting agar investor lebih berhati-hati dalam berinvestasi,” tuturHari Prabowo yang kini aktif sebagai pengurus Kadin Jawa Tengah dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Tengah.
Baca Juga
Kisah Jatuh Bangun
Sementara itu, mantan Direktur Utama BEJ, Hasan Zein Mahmud dalam pengantar buku tersebut mengungkapkan, investasi merupakan kerja praktik, bukan sekadar pelajaran teori. Alhasil, investor membutuhkan jam terbang yang panjang berupa kisah jatuh-bangun sebelum logika dan intuisinya terasah.
“Yang tidak ada jalan pintas dalam berinvestasi adalah peningkatan kemampuan. Di tataran paling dasar, Anda harus mengetahui perusahaan yang sahamnya Anda beli. Know what you buy, and buy what you know. Tanpa pengetahuan semacam itu, Anda memutuskan sesuatu tanpa pegangan,” papar dia.
Seorang investor, menurut Hasan Zein, juga harus mengenali dirinya sendiri. Itu karena setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda, tujuan investasi yang unik, dan tingkat kesanggupan memikul risiko yang tidak sama. Di luar itu, investor membutuhkan kematangan psikologis agar keputusannya tidak menimbulkan blunder gara-gara diambil secara gegabah, tergesa-gesa, dan emosional.
“Buku Rahasia Harga Saham karya Pak Hari Prabowo mencoba memberi jawaban terhadap persoalan-persoalan tersebut. Buku ini disusun dengan pakem akademis tetapi tetap berusaha memberi jawaban secara pragmatis,” ujar Hasan Zein.
Baca Juga
Investor Pasar Modal Tembus 11,9 Juta, Generasi Milenial dan Z Mendominasi
Memperpendek Proses Belajar
Mantan Wamenkeu, Anny Ratnawati dalam pengantar buku itu jugamenekankan pentingnya investor memahami instrumen investasi, sekaligusmemahami dirinya sendiri.
“Semboyan ‘cepat belum tentu juara, lambat belum tentu kalah’ dalam cover buku ini adalah gambaran bahwa investor saham butuh taktik dan strategi. Tidak hanya berdasarkan teori semata, tapi butuh pengalaman, keahlian, kesabaran, dan ketegasan dalam mengambil keputusan berinvestasi,” tegas dia.
Anny menambahkan, berinvestasi di saham harus dilakukan dengan kepala dingin, jangan mudah panik dan gampang terpengaruh informasi sesaat.Artinya,berinvestasi di saham harus punya napas panjang dengan bekal analisis yang kuat, mulai dari profil kesehatan perusahaan, hingga faktor ekonomi makro domestik dan global.
Baca Juga
“Banyak buku mengulas teori dan pengetahuan berinvestasi di saham, tetapi masih sedikit buku yang menyampaikannya secara lugas, seraya mengombinasikan pengalaman panjang dan analisis yang mendalam. Buku ini memperpendek proses belajar dan mengurangi risiko investor yang akan menekuni investasi saham,” kata Anny.

