Hadapi Rebalancing MSCI, BEI Genjot 3 Aspek Pembenahan Pasar Modal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan pembenahan pasar modal, terutama dari sisi transparansi, likuiditas, dan pengawasan transaksi, menjelang pengumuman hasil evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peningkatan transparansi menjadi salah satu fokus utama Bursa. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memperluas informasi kepemilikan saham di atas 1% dengan menambahkan keterangan mengenai pihak terafiliasi.
"Saat ini kami fokus pada peningkatan transparansi, termasuk kualitas dari transparansi. Seperti teman-teman ketahui, kita dalam publikasi terakhir untuk pemegang saham 1% sudah kita tambahkan informasi terkait dengan pihak terafiliasi," kata Jeffrey saat ditanya investortrust.id di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (5/11/2026).
Jeffrey menegaskan BEI akan terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi tersebut. Selain transparansi, Bursa juga telah melakukan reformasi pada aspek likuiditas pasar.
Sementara dari sisi pengawasan, BEI kini menerapkan metodologi dan prosedur pengawasan baru. Salah satunya melalui mekanisme real-time flagging, yakni sistem pengawasan otomatis yang memberikan peringatan secara langsung terhadap indikasi aktivitas transaksi mencurigakan.
"Di aspek pengawasan seperti yang sudah kami sampaikan juga bahwa Bursa saat ini menerapkan metodologi dan prosedur pengawasan yang baru. Kami akan menyampaikan real-time flagging kepada pasar bila kami menemukan ada indikasi upaya manipulasi atau misconduct lain. Dan di pasar akan segera kami umumkan kepada pasar bahwa proses investigasi sudah dilakukan atau dimulai," terang Jeffrey.
Ia menekankan, pembenahan pada ketiga aspek tersebut akan dilakukan secara konsisten. BEI berharap berbagai langkah reformasi itu dapat memperoleh apresiasi dari pasar, termasuk penyedia indeks global.
"Itu ketiga aspek itu. Aspek likuiditas, kemudian aspek transparansi dan aspek dari pengawasan akan kita lakukan terus secara konsisten. Sehingga tentu nanti pada saatnya kita harapkan dapat apresiasi dari pasar termasuk dari global index provider," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, MSCI akan mengumumkan hasil evaluasi indeks periode November 2026 pada Rabu (11/11/2026). Hasil evaluasi tersebut akan menentukan saham-saham yang masuk maupun keluar dari sejumlah indeks global MSCI, termasuk saham-saham dari pasar Indonesia.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI tertanggal 4 November 2026, evaluasi kali ini mencakup perubahan konstituen pada sejumlah indeks, mulai dari MSCI Global Standard, MSCI Global Small Cap, hingga MSCI Micro Cap.
