Produksi CPO dan Kernel Meningkat, Cisedane Sawit (CSRA) Cetak Laba Rp 306 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membukukan laba bersih sebesar Rp 306,09 miliar sepanjang kuartal III-2026. Capaian tersebut meningkat 43,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 213,92 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, CSRA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,07 triliun, melonjak 55,2% dibandingkan Rp 1,33 triliun pada kuartal III-2026. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel), serta kenaikan harga jual rata-rata.
Dari sisi operasional, laba operasi perseroan meningkat 17,3% menjadi Rp 354,58 miliar dengan marjin operasi sebesar 17,1%. Kinerja tersebut didukung oleh beroperasinya secara penuh ketiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan.
Selain peningkatan volume produksi, harga jual CPO tercatat naik sekitar 5,9% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang kuartal III-2026. Sementara itu, harga jual tandan buah segar (TBS) dan kernel masing-masing meningkat 6% dan 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski laba bersih tumbuh, marjin laba bersih CSRA mengalami penyesuaian dari 16% menjadi 14,8%. Hal ini terjadi karena pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan laba bersih.
Selain itu, total aset CSRA mencapai Rp2,77 triliun per akhir September 2026, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 2,52 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp 998,03 miliar, turun 5,4% dari Rp 1,05 triliun pada akhir 2025. Adapun ekuitas meningkat menjadi Rp 1,77 triliun dari sebelumnya Rp 1,47 triliun.
Struktur permodalan perseroan juga menunjukkan penguatan. Rasio utang berbunga bersih terhadap ekuitas tercatat sebesar 0,50 kali, lebih rendah dibandingkan posisi 2025 sebesar 0,61 kali. Rasio lancar berada di level 2,11 kali, sedangkan rasio utang terhadap EBITDA dan utang bersih terhadap EBITDA masing-masing sebesar 1,85 kali dan 1,65 kali.
Prospek Produksi
Ke depan, CSRA memproyeksikan pertumbuhan produksi dalam jangka panjang seiring semakin besarnya proporsi tanaman yang memasuki usia prima dan mencapai produktivitas optimal.
Untuk mendukung target tersebut, perseroan melanjutkan program peremajaan tanaman (replanting) menggunakan varietas benih unggul pada tanaman yang telah memasuki usia lanjut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas kebun sekaligus memperkuat potensi produksi dalam jangka panjang.
CSRA juga memprioritaskan peningkatan produktivitas TBS melalui penerapan praktik agronomi, termasuk strategi pemupukan yang terukur dan tepat sasaran.
Upaya tersebut mulai tercermin dari peningkatan hasil produksi kebun. Pada kuartal III-2026, yield TBS CSRA mencapai 14,6 ton per hektare, meningkat dibandingkan 14,1 ton per hektare pada periode yang sama tahun sebelumnya.
