BlackRock Masuk ke Bisnis Pengelolaan Limbah TBS Energi (TOBA), Siapkan Investasi S$555 Juta
JAKARTA, investortrust.id – BlackRock, melalui HPS Investment Partners (HPS), mengumumkan investasi strategis di platform pengelolaan limbah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Investasi ini dilakukan melalui SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk bisnis pengelolaan limbah TBS, dengan nilai investasi modal dalam beberapa tahap mencapai sebesar-besarnya S$555 juta.
Manajemen TOBA melalui keterangan resminya di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa HPS, yang merupakan bagian dari BlackRock, akan berinvestasi melalui pengambilan saham preferen baru yang diterbitkan SBTH serta instrumen lainnya. Dana yang dihimpun pada tahap awal dan tahap lanjutan tersebut direncanakan untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.
Terkait transaksi ini, Rippledot Capital bertindak sebagai penasihat keuangan. Sedangkan Allen & Gledhill menjadi penasihat hukum TOBA. Meski demikian transaksi ini masih bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Baca Juga
OJK Serahkan Surat Sanksi kepada Semua Pihak Pelanggar Ketentuan Terkait Emiten DSSA, BREN, dan CUAN
TOBA memandang investasi tersebut sebagai bentuk kepercayaan investor global terhadap strategi transformasi perseroan menuju pengembang infrastruktur berkelanjutan serta prospek bisnis pengelolaan limbahnya. Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer TBS Dicky Yordan mengatakan, investasi di bisnis pengelolaan limbah menjadi pijakan penting bagi strategi dan transformasi perusahaan menuju bisnis berkelanjutan. Platform pengelolaan limbah TBS telah mencatatkan kemajuan signifikan dan kini menjadi salah satu penggerak utama bisnis perseroan.
“Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya S$555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah kami untuk mendorong pertumbuhan bisnis kami baik secara organik maupun anorganik,” ujar Dicky.
Bisnis di Singapura dan Indonesia
SBTH merupakan perusahaan induk dari sejumlah perusahaan operasional pengelolaan limbah TBS, yang mencakup Cora Environment Pte. Ltd., Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., dan PT Arah Environmental Indonesia. Cora Environment menjalankan bisnis pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura. Perusahaan ini melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis.
Baca Juga
TBS Energi (TOBA) Berhasil Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9%, Arus Kas Operasi Berbalik Positif
Sementara itu, Asia Medical Enviro Services merupakan salah satu perusahaan pengelolaan limbah medis terkemuka di Singapura. Adapun PT Arah Environmental Indonesia bergerak di bidang pengelolaan limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi di Indonesia.
Secara kolektif, ketiga perusahaan operasional tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah selama enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Investasi HPS di SBTH diharapkan mendukung pertumbuhan platform pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia. Perseroan juga menegaskan akan tetap mempertahankan kendali atas bisnis tersebut untuk mengembangkan usaha, baik melalui pertumbuhan organik maupun anorganik.
