Puradelta (DMAS) Guyur Dividen Interim Rp 1,4 Triliun, Yield 16% di Tengah Laba Meroket
JAKARTA, investortrust.id – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, memutuskan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp 1,397 triliun atau Rp29 per saham. Keputusan pembagian dividen ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 284% pada sembilan bulan pertama 2026.
Dengan harga saham DMAS level Rp 178 pada penutupan perdagangan kemarin, yield dividen interim tersebut setara dengan 16%.
Pembagian dividen interim ini telah diputuskan dewan direksi DMAS dan mendapatkan persetujuan dewan komisaris. Berdasarkan jadwal yang diumumkan perseroan, tanggal cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 28 Oktober 2026, sedangkan tanggal ex dividen pada 29 Oktober 2026. Cum dividen di pasar tunai jatuh pada 30 Oktober 2026 dan ex dividen pada 2 November 2026. Adapun pembayaran dividen interim DMAS dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026.
Baca Juga
Bisnis Data Center Makin Panas, Puradelta (DMAS) Revisi Naik Target Penjualan di 2026
Pembagian dividen interim tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan kinerja keuangan DMAS. Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,65 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS melalui penjelasan resminya di Jakarta, kemarin.
Segmen industri menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan usaha perseroan, yakni mencapai Rp2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan. Sebagian besar pendapatan dari segmen tersebut berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center. “Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center,” kata Tondy.
Baca Juga
Jangan Tergiur Saham Diskon Gegara MSCI! Mirae Asset Ungkap Risiko yang Mengintai
Pertumbuhan pendapatan turut mendorong peningkatan laba DMAS. Laba kotor perseroan melonjak 297% menjadi Rp1,62 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp545 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Marjin laba kotor tercatat sebesar 61%.
Sementara itu, laba bersih DMAS meningkat 284% menjadi Rp1,49 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, dari Rp525 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Marjin laba bersih perseroan mencapai 56%.
Dari sisi neraca, total aset DMAS per 30 September 2026 mencapai Rp8,44 triliun, meningkat Rp1,32 triliun atau 19% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Posisi kas dan setara kas DMAS mencapai Rp1,8 triliun per 30 September 2026, naik Rp1,43 triliun atau 380% dibandingkan Rp377 miliar pada akhir Desember 2025. Perseroan menyatakan tidak memiliki utang.
